Pesan Berantai, Kemendikbud Larang Anak-Anak Mainkan Mobile Legends?

0
1151
mobile-legend
[email protected]

Berbahaya, Benarkah Kemendikbud Larang Anak-Anak Main Gim Mobile Legends?

Eratekno.com – Beberapa waktu terakhir beredar pesan berantai di aplikasi pesan instan yang berkaitan dengan keberadaan game online. Dalam pesan itu menginformasikan jika ada sejumlah gim yang dianggap berbahaya untuk anak-anak.

Isu mengenai pesan singkat tersebut menyangkutkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Disebutkan jika Kemendikbud melalui kanal Sahabat Keluarga menginformasikan daftar 16 gim yang dianggap berbahaya bagi anak. Informasi tersebut nampak lengkap dengan tautan artikel yang dimaksudkan.

Baca juga : Jangan Lewatkan! Smartfren Bakal Maksimalkan Pengalaman Game MOBA dengan Internet Kecepatan Tinggi Lho!

Cukup diketahui, isu informasi semacam ini bukanlah pertama kali muncul di aplikasi pesan instan (SMS). Sebelumnya juga pernah beredar pesan serupa, yakni bedanya pesan yang lebih dulu muncul ini menyebut 15 judul gim. Sedangkan pada pesa kali ini menjadi 16 gim dengan judul gim Multiplayer Online Battel Arena (MOBA) Mobile Legends menjadi tambahannya.

Guna memastikan kebenaran pesan tersebut akhirnya sejumlah pihak pun berusaha menelusuri tautan ini. Akan tetapi artikel yang dimaksud di pesan singkat tersebut tidak ditemukan alias tidak ada. Tak berhenti sampai disitu, penelusuran pun dilanjutkan dengan menghubungi pihak kemendikbud serta Asosiasi Game Indonesia (AGI) mengenai kejadian itu. Namun hingga kabar ini beredar belum ada konfirmasi dari Kemendikbud ataupun pihak AGI.

mobile-legend
[email protected]

Seperti yang tertera dalam pesan singkat tersebut, diumumkan sejumlah judul gim termasuk Mobile Legends yang dianggap berbahaya bagi anak-anak. Sejumaah judul gim itu diantaranya World of Warcraft, Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Kombat, Future Cop, Carmageddon, Shelshock, Raising Force, Atlantica, Conflict Vietnam, Bully, Grand Theft Auto, dan Mobile Legends sebagai tambahan.

Dicantumkanya gim besutan Moonton tersebut cukup menyita perhatian, terlebih gim online bergenre fighting ini sedang booming di kalangan gamer Asia, termasuk Indonesia. Lebih lanjut, pesan tersebut juga menyertakan sebuah penelitian dari lowa State University Amerika Serikat (AS).

Diungkapakan jika main game yanag mengandung unsur kekerasan dapat menyebabkan seorang anak ‘mati rasa’. ‘Anak mudah melakukan kekersan dan kehilangan empati, tidak menghormati orang tua atau orang lain’ bunyi pesan singkat tersebut.

Baca juga : Keren, Mobile Legends Jadi Aplikasi Game Paling Laris Lho!

Pembuat pesan singkat tersebut menyimpulkan jika anak tak bisa fokus belajar karena adanya iming-iming hadiah uang bernilai besar. ‘Anak tak bisa fokus belajar karena iming-iming hadiah uang hingga Rp 7 miliar. Itu sangat mengganggu pikiran mereka, bahkan mereka ta pernah bisa tidur malam hingga pukul 03.00 WIB dan akhirnya kesulitan bangun pagi atau bahakan untuk sholat subuh’.

Sementara itu terkait denan pesan tersebut juga belum mendapat konfirmasi resmi dari Moonton selaku pengembang game Mobile Legends. Jadi belum diketahui dengan pasti apakah main gim online dapat memicu kekerasan dan membuat anak tak fokus belajar atau tidak.

Baca juga : Wajib Tau! Ini 5 Hal Terlarang Saat Bermain Mobile Legends