Inilah Penyebab Google+ Gagal Bersaing dengan Jejaring Sosial Lain

0
85
jearing sosial google plus kalah populer

jearing sosial google plus kalah populer

ERATEKNO.COM. Jejaring sosial sudah menjadi bagian penting dari kehidupan kita sehari-hari. Dipelopori oleh Facebook yang sukses meraup untung besar dari bisnis jejaring sosial, nampaknya menggoda perusahaan lain untuk membuat hal yang sama.

Hingga saat ini banyak bermunculan jejaring sosial yang kemudian menjadi populer dikalangan pengguna, sebut saja Twitter, Instagram, Path dan lain sebagainya, merekapun meraup laba yang tidak sedikit.

Google sebagai perusahaan internet terbesar dunia nampaknya tertarik untuk mengikuti jejak mereka. Tahun 2011 lalu, Google secara resmi mengeluarkan Google+ sebagai jejaring sosial andalannya.

Namun sayang, Google+ ternyata tidak mampu mengalahkan kepopuleran pesaingnya seperti facebook atau twitter, padahal secara logika, pengguna hanya memerlukan akun google mail (gmail) untuk terhubung otomatis dengan google+ dan layanan google lainnya seperti Google Play Store, Google Drive dan lain-lain.

Dari data yang dirilis oleh Kevin Anderson dari perusahaan riset Edward Morbos, hingga saat ini tecatat ada 2.2 Miliar akun Google+ yang terdaftar, tapi hanya 6 persennya saja yang benar-benar aktif dijejaring sosial google tersebut.

Menurut salah seorang mantan karyawan google mengatakan kepada Bussiness Insider, Google memang tidak serius menggarap google+, bahkan dikatakan, konsep jejaring sosial Google+ merupakan penyatuan dari berbagai jejaring sosial populer seperti facebook, Twitter dan instagram sehingga Google+ tidak memiliki ciri khas sendiri.

Selain itu, dia mengatakan kalau google cukup terlambat membangun bisnis jejaring sosial.