2017, Twitter Sarang Konten Negatif di Indonesia !

0
194
twittercloud
[email protected]

2017, Twitter Rajai Konten Negatif di Indonesia !

Eratekno.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mengungkapkan atas laporan konten negatif dari berbagai media sosial dan platform pesan instan, mulai dari Facebook, Twitter, Telegram, Instagram, BBM, Line dan lainnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Twitter merupakan media sosial yang paling banyak diadukan dengan adanya konten negatif.

Baca Juga : Facebook Luncurkan Headset Virtual Reality Bernama Oculus Go, Apasih Keunggulanya?

Pada Agustus 2017, aduan konten negatif di Twitter ada lebih dari 521 ribu,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kominfo, Noor Iza kepada VIVA, Selasa 2 Januari 2018.

twitter
[email protected]

Sementara itu, pada bulan lainnya, jumlah laporan tidak sesignifikan jumlah dibulan Agustus. Pada bulan Oktober, yakni ada 76 aduan, Desember (44 aduan), Maret dan Juni (satu aduan).

Sedangkan untuk media sosial dan platform pesan instan yang lain, jumlah konten negatif yang diadukan tidak sebanyak pada Twitter. Setelah Twitter, media sosial yang juga paling

diadukan yakni Facebook dan Instagram, yang paling banyak laporan aduan dengan adanya konten negatif yang terjadi di bulan November 2017, yakni dengan jumlah aduan sebanyak 166 aduan.

Baca Juga : Inilah Sosok Brian Acton Sebenarnya yang Sempat di Tolak Facebook

Untuk konten negatif yang diadukan, secara umum kebanyakan unsur SARA, p0rnografi , fitnah dan perjudian.

Untuk SARA secara keseluruhan total pada 2017, ada 16 ribu lebih aduan, yakni p0rnografi 19 ribu aduan, fitnah serta perjudian yang lebih dari 7.000 aduan. Konten negatif yang lain

yang masuk dalam aduan seperti kekerasan, radikalisme, pelanggaran tentang privasi atau kemaanan informasi dan lains sebagainya.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bakal mengancam untuk menutup akses sejumlah platform media sosial yang beroperasi di Indonesia, apabila tidak

mau bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, yang mana untuk menangkal adanya konten-konten berbau negatif atau hoax, fake news serta informasi mengenai radikalisme baik dalam bentuk video, tulisan hingga video.

Baca Juga : Twitter Permudah Bikin “Kultwit” dengan Fitur Thread !