Awas, Kecanduan Main Game Masuk Kategori Gangguan Mental Lho !

0
168
main game
[email protected]

Kecanduan Main Game Masuk Kategori Gangguan Mental Lho !

Eratekno.com – Organisasi kesehatan dunia (WHO) yang akan memasukkan kecanduan bermain game merupakan salah satu gangguan mental. Berdasarkan dokumen klasifikasi

penyakit internasional ke-11 (International Classified Disease/ICD) yang dikeluarkan oleh WHO, gangguan kecanduan game tersebut dinamai gaming disorder.

Baca Juga : EE Hawk, Ponsel Dengan Teknologi 4G+, Apasih Keunggulanya?

Gaming disorder oleh WHO yang digambarkan bagaikan perilaku bermain game dengan gigih dan berulang, sehingga akan menyampingkan kepentingan hidup lainnya. Beberapa gejala yang dapat ditandai dengan tiga perilaku tersebut.

[email protected]

Pertama dan yang utama yakni pengidap gangguan gaming disorder bakal bermain game secara berlebihan, baik dari segi durasi atau segi frekuensi maupun intensitas.

Gejala yang kedua pengidap gaming disorder akan lebih mengutamakan bermain game dibanding dengan yang lain. Sampai akhirnya muncul gejala yang ketiga,

yang mana pengidap akan terus melanjutkan permainan walaupun pengidap sadar jika gejala tersebut mulai muncul di tubuhnya.

Berdasarkan pernyataan dari WHO, penyembuhan terhadap gangguan gaming disorder yang harus dilakukan selama sekitar 12 bulan yang melalui arahan dari psikiater. Tetapi, apabila gangguan tersebut sudah sangat parah, tentu pengobatan bisa berlangsung lebih lama.

Penetapan gaming disorder merupakan salah satu gangguan mental yang mendapat sambutan baik oleh seorang dokter spesialis kecanduan teknologi dari Rumah sakit Nightgale di London, Richard Graham.

Baca Juga : Wow, Telkomsel Tawarkan Akses Internet Cepat, Ini Bedanya Teknologi TDD dan FDD!

Menurutnya, tentang perilaku atau kecanduan bermain game yang secara berlebihan sudah seharusnya mendapat penanganan medis yang serius.

Graham yang menyatakan jika selama ini ia sudah melihat ada sekitar 50 kasus kecanduan digital si setiap tahunnya. Golongan tersebut didasarkan pada pengaruh kecanduan yang dapat berdampak pada kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makan, sekolah,, tidur dan bersosialisasi.

Sebenarnya, beberapa negara yang telah bergulat dengan masalah tersebut sejak lama. Seperti Korea Selatan , yang telah menetapkan akses game online oleh anak-anak yang

berusia bawah 16 than di antara tengah malah sampai pukul 6 pagi merupakan tindakan yang dilarang atau ilegal.

Di Jepang yang juga mengeluarkan peringatan pada pemain game yang melebihi batas waktu yang telah ditentukan perbulannya. Sementara di China yang juga membatasi jam untuk permainan yang populer di kalangan anak-anak.

Baca Juga : iPhone X di Balik Anjloknya Saham Perusahaan Teknologi Tiongkok?