Begini Tanggapan Bos Go-Jek, Soal Akuisisi Uber oleh Grab !

0
1039
[email protected]

Bos Go-Jek Buka Suara, Soal Akuisisi Uber oleh Grab !

Eratekno.com – Bos Gojek Nadiem Makarim yang memberikan tanggapan mengenai akuisisi layanan Uber di Asia Tenggara oleh Grab. Sebagaimana yang dilansir oleh Reuters, Rabu (28/3/2018), dimana Nadiem yang mengungkapkan jika akuisisi Uber oleh Grab dinilai kesempatan yang lebih baik lagi bagi Go-Jek.

Baca Juga : Mengejutkan, Inilah Ungkapan Isi Hati Sopir Uber, Terkait Akusisi Grab !

Sebab, dengan lebih sedikit pemain, berarti jalur untuk melanjutkan dan memperdalam kepemimpinan pasar Go-Jek di Indonesia bisa lebih mulus,” kata Nadiem. Hal tersebut serupa dengan keadaan dalam bisnis perusahaan ride-hailing,

[email protected]

dikarenakan di seluruh Asia, layanan transportasi online yang bersiang untuk memberikan diskon dan juga promosi besar-besaran kepada para penggunanya, sehingga hal tersebut justru menurunkan margin keuntungan dan meningkatkan tekanan bagi para pemain untuk menghadapi konsolidasi tersebut.

Adapun sehari setelah Grab mengumumkan adanya akuisisi atas Uber di Asia Tenggara, Reuters yang melaporkan jika perusahaan tersebut yang mengumumkan ekspansi bisnis ke negara lain di Asia Tenggara kepada internal perusahaan. Pengumuman tersebut yang disebut atas nama Nadiem Makarim dan kemudian disebarkan melalui email di kalangan internal Go-Jek.

Baca Juga : Waze Tampilkan Estimasi Kadatangan Lebih Akurat dalam Update Terbaru

Grab yang baru saja mengumumkan akuisisi operasionalnya terhadap Uber di wilayah Asia Tenggara. Walaupun tidak disebutkan berapa nilainya, namun kesepakatan tersebut merupakan terbesar antar aperusahaan internet di Asia Tenggara. Kedepannya, Grab yang bakal mengintegrasikan layanan lkendaraan online dan juga pesan antar makanan Uber di kawasan Asia Tenggara ke dalam platform besutan Grab.

Dengan cara penggabungan bisnis ini, Grab yang berambisi untuk menjadi platform mobile online-to-offline (O2O) nomor satu di Asia Tenggara sekaligus merupakan pemain utama dalam bisnis layanan pesan-antar makanan. Grab yang bakal mengambil alih layanan operasional serta aset Uber di wilayah Indonesia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura Vietnam dan Thailand.

Sebagai bagian dari akuisisi, Uber yang bakal memiliki 27,5 persen saham di Grab dan CEO Uber Dara Khosrowshahi yang bakal bermitra dengan dewan direksi Grab. “Akuisisi yang diumumkan hari ini menjadi tonggak dari dimulainya era baru. Penggabungan bisnis ini melahirkan pemimpin dalam platform dan efisiensi biaya di kawasan Asia Tenggara. Bersama Uber, kini kami berada di posisi yang semakin tepat untuk memberikan layanan terbaik,” tutur CEO Grab Anthony Tan dalam keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.

Baca Juga : Coba Bandingkan Google Maps dengan Waze, Mana yang Terbaik ?