Diblokir, eSports Jadi Pilihan Google Untuk Tembus Tiongkok

0
133
Google

Investasi ke Choshou Jadi Pilihan Google Tembus Tiongkok Usai Diblokir

Eratekno.com – Baru-baru ini, Alphabet, Induk usaha Google di laporkan telah berinvestasi ke dalam platform live streaming gim mobile bernama Chushou. Menurut sumber, Alphabet akan menanamkan modal sekitr US$ 120 juta atau setara dengan Rp 1,6 triliun.

Menurut kabar yang beredar Alphabet memilih jalur investasi ke perusahaan Tiongkok untuk menembus ketatnya regulasi pemerintahan, dimana produk mesin pencarinya di blokir di Tiongkok.

Sementara itu, Choshou yang di dirikan pada tahun 2015 lalu merupakan platform eSports yang sering di gunakan untuk live streaming berbagai gim-gim mobile yang di mainkan oleh gamer di Tiongkok.

Baca juga: Cara Ambil Gambar Secara Legal Lewat Google

Di lansir dari lama Fortune pada Minggu (7/1/2018), di ketahui layanan yang baru berusia dua tahun itu sudah memiliki 8 juta streamer dan 250 live – stream setiap harinya. Melalui kerjasama ini, Chushou berharap Google dapat membantu memperluas layanan dan menargetkan lebih banyak viewer di luar negeri berjuluk Negara Tirai Bambu tersebut.

Sejalan dengan kain berkembanganya industri eSports di Tiongkok, layanan live-stream eSports pun makin populer dan di minati oleh banyak gamer di berbagai negera di dunia.

Namun sayangnya, kedua perusahaan itu tidak mengungkapkan jumlah saham yang Google terima taua valuasi Chushou tersebut. kerjasama ini merupakan kedua kalinya Google berinvestasi di startup Tiongkok.

Baca juga: Pemerintah Inggris Ancam Facebook dan Google Soal Teroris !

Copyright©Fortune

Sebelumnya pada tahun 2015, perusahaan asal Negeri Paman Sam itu mengambil ali saham minoritas startup berbasis kecerdasan buatan, Mobvoi pada 2015. Ketidakmampua untuk mengakses populasi pengguna internet muda dan tech-savvy yang berpotensi di Tiongkok ini di nilai sebagai tantangan yang wajib di tembus oleh Google.

Tahun 2017, raksasa teknologi tersebut mulai menargetkan Tiongkok sebagai pasar pontesial untuk memperluas teknologi AI. Pada bulan Desember, perusahaan tersebut meluncurkan laboratorium kecerdasan buatan di Tiongkok.

Chushou memiliki platform yang mengesankan, dengan pembuat konten dan konsumen yang berdedikasi dan berkembang pesat, dan rencana ekspansi yang cerdas,” kata Frank Lin, yang mengawasi pengembangan perusahaan untuk Google di Asia Utara, dalam pernyataan tersebut.

Sebagai informasi, Tiongkok dalam kurun waktu tiga tahun terakhir memblokir 13.00 situs web, tak terkecuali Google.

      Baca juga Google Bakal Sertakan Penangkal Exploit Spectre di Update Terbaru