Facebook Kembali Tegaskan, Tidak ada Ruang Bagi Radikalisme dan Terorisme !

0
168
[email protected]

Facebook Kembali Pertegas Aturan, Tak ada Tempat untuk Terorisme !

Eratekno.com – Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari yang menegaskan, tak ada ruang untuk kekerasan serta terrorisme di platform Facebook. Hal tersebut yang diungkap usai menghadiri pertemuan yang diundang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang terkait penanganan konten radikalisme dan terorisme.

Baca Juga : Makin Canggih, Facebook Gandeng RED Bakal Luncurkan Kamera VR ?

Ruben yang mengungkapkan, pihak juga sudah mendukung dengan pemerintah dalam hal menangani konten atau akun yang bersifat radikaslime dan terorisme di paltform-nya. “Kami turut prihatin dengan atas kejadian ini di Indonesia, tetapi intinya yang ingin disampaikan, kami adalah platform yang tidak memberikan ruang untuk kekerasan,” kata Ruben di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Facebook
[email protected]

Ia juga menambahkan, jika Facebook menemukan konten yang dianggap melanggar standa komunitas, maka konten tersebut bakal di take down. “Sekali lagi (Facebook memberikan) apresiasi untuk teman-teman pemerintah dan masyarakat luas, terutama teman-teman kepolisian yang beberapa hari terakhir rajin melaporkan konten (terkait radikalisme dan terorisme) untuk kami ambil tindakan lebih lanjut,” kata Ruben.

Demikian dengan Perwakilan Google Indonesia (YouTube) Danny Ardianto yang turut berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah untuk menghapus konten-konten yang mengarah kepada konten kekerasan atau radikalisme. “Kami terus kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat luas untuk menghapus konten-konten yangg mengarah terorisme, kekerasan, dan ujaran kebencian,” katanya.

Baca Juga : Pendiri WhatsApp Mengundurkan Diri, Bos Facebook Berikan Salam Perpisahan !

YouTube, yang memiliki kebijakan tersendiri, yakni tak memperbolehkan adanya hal-hal tersebut diatas di platformnya. “Kami juga bekerja 24 jam 7 hari seminggu memastikan agar konten itu tidak ada di YouTube, kami juga berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat karena telah bekerja sama dengan baik, dan akan terus melakukan itu mendukung komitmen pemerintah,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang sudah melakukan koordinasi dengan perwakilan penyelenggara layanan over the top (OTT) asing di Indonesia yang terdapat adanta pemberantasan konten radikalisme dan juga terorisme di dunia maya saat ini.

Ditambah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang menyatakan, kerja sama dengan penyedia platform media sosial serta situs berbagi video, yakni Facebook, Twitter, Telegram sampai dengan Google (YouTube) merupakan sangat penting, sebab mampu membantun menangani konten radikalisme dan terorisme di dunia maya.

Baca Juga : Kominfo Ancam Blokir Facebook, Jika Kasus Myanmar Terjadi di Indonesia !