Google Akhirnya Akui Kucurkan Dana Segar ke Go-Jek

0
10655
Google

Setelah Lama Bungkam, Google Akhirnya Akui Investasi ke Go-Jek

Eratekno.com – Setelah lama diam dan tak memberikan komentar, Google akhirnya mengkonfirmasi telah melakukan investasi kepada Go-Jek, layanan ojek online yang juga merupakan saingan dari Uber dan Grab di Indonesia.

Di lansir dari TechCrunch, investasi tersebut di lakukan pada minggu lalu. Investasi itu masuk melalui China Meituan-Dianping dan kedaulatan Singapura, Termasek.

Trio ini merupakan bagian dari tahapan akhir dari sebuah putaran USD1,2 miliar yang Go-Jek mulai bernegosiasi pada bulan April lalu dengan komitmen dari orang-orang seperti Tencent dan JD.com di China. Nilai Go-Jek yang berada di sekitar USD4 miliar.

Kesepakatan ini menandai investasi langsung pertama dari raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu di Tanah Air dan segera menyusul kesepakatan pertamanya di India pada bulan Desember 2017 lalu.

Baca juga: Mulai Dijual, Berapa Harga Kamera Pintar Google?

Go-jek sendiri menawarkan ojek online sepeda motor dan taksi sesuai permintaaan serta layanan local pengiriman barang kelontong dan pembayaran mobile.

Di perkirakan secara luas berada di depan Grap dan Uber di Indonesia yang merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, wilayah dengan lebih dari 600 jita konsumen dan adopsi internet yang meningkat. Lebih luas lagi, Grab nampaknya telah memimpin di seluruh Asia Tenggara secara keseluruhan.

“Go-Jek dipimpin oleh tim manajemen Indonesia yang kuat dan memiliki rekam jejak yang terbukti menggunakan teknologi untuk membuat hidup lebih nyaman bagi orang Indonesia di seluruh negeri. Investasi ini memungkinkan kita bermitra dengan juara lokal yang hebat di ekosistem startup yang berkembang di Indonesia, sekaligus memperdalam komitmen kita terhadap ekonomi internet di Indonesia,” tulis Caesar Sengupta, VP tim Google Next Billion.

copyright©Kumparan

Baca juga: Teknologi AR dan VR Mulai Dilirik Google Chrome !

Sementra itu CEO Uber, Dara Khosrowshahi mengatakan Asia Tenggara memang tidak menguntingkan tapi kawasan ini di perkirakan akan mengalami pertumbuhan yang sangat besar. Ride-Hailing di wilayah ini di prediksi akan menjadi industri senilai USD20,1 miliar per tahun pada tahun 2025 dan USD5,1 miliar pada tahun 2017.

Menurut sebuah laporan yang di tulis oleh Google, Indonesia cenderung memperhitungkan sebagian besar itu, sebuah laporan afiliasi Google yang di prioritaskan pada tahun 2015 yang memuat bagian pendapatannya lebih dari 40 persen.

Go-Jek tetap aktif di Indonesia saja, tapi sebelumnya berencana memperluas pasar lain menggunakan layanan pembayaran seluler Go-Pay.

      Baca juga Google Luncurkan Aplikasi Gboard Go Untuk Smartphone Low-End