Kemkominfo Ungkap 92,6 Persen Berita Hoaks Berasal dari Media Sosial !

0
106
[email protected]

Kemkominfo Ungkap 92,6 Persen Berita Hoaks dari Media Sosial !

Eratekno.com – Direktur Jenderal Komunikasi dan Infiormasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Rosarita Niken Widiastuti yang mengungkapkan sebanyak 92,60 persen sumber berita hoaks yang berasal dari media sosial.

Ia menjelaskan jika setiap orang yang terhubung dengan gadget atau media sosial hampil sembilan jam dalam sehari, sehingga aktivitas yang lain dilakukan disela-sela untuk melihat gadget.

Baca Juga : Terus Berbenah, News Feed Facebook Bakal Prioritaskan Berita Lokal

Di media sosial kebebasan pers dimanfaatkan orang untuk tujuan-tujuan tertentu, sehingga seolah-olah kebebasan pers adalah bebas-sebebasnya tanpa aturan, tanpa etika sama sekali,” katanya dalam diskusi publik dengan tema “Hantam Hoaks Dengan Keterbukaan Informasi” dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Padang, Kamis (8/2).

[email protected]

Tetapi nyatanya di internet, empat dari sepuluh orang aktif di media sosial, baik itu tua maupun muda, dan nyatanya manusia itu tahan untuk tak melihat ponsel hanya dalam waktu tujuh menit. “Ketika dilihat pada dunia nyata tidak ada kegiatan apapun, namun di internet luar biasa sibuknya,” ujar dia.

Dalam satu menit saja, terdapat 168 juta email yang beredar, 695 ribu bermacam status dari Facebook, serta 98 ribu berasal dari cuitan di Twitter. Kesemuanya merupakan kegiatan informasi yang bereedar dengan cepat dan tersebar dari orang ke orang hingga dari grup ke grup lainnya.

Baca Juga : Rombak News Feed, Facebook Dorong Interaksi Antar Pengguna!

Sedangkan, peminat baca dari masyarakt di Indonesia terbilang sangat rendah yang menempati rangking 60 dari 61 negara. Di setiap tahunnya, orang Indonesia hanya membaca buku 27 lembat sehingga rata-rata tersebut diambil tiap bulan yang sekitar dua lembar saja. “Sehingga dapat dipertanyakan informasi seperti apa yang tersebar dan beredar di media sosial itu,” tambahnya.

Hal tersebut dapat dijelaskan korelasi antara kurang membaca dengan aktifnya seseorang pada media sosial. Akhirnya keluarlah berita hoaks yang beredar di masyaraat dengan adanya ujaran kebencian mislanya.

Oleh sebab itu, masyarat diharap agar berhati-hati saat memnggunakan media sosial agar tidak menjadi pembuat ataupun penyebar berita hoaks. “Setiap informasi yang diterima harus dicek terlebih dahulu kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Baca Juga : Rumor: Samsung Galaxy S10 Bakal Usung Jaringan 5G dan AI?