Kominfo Ancam Blokir Facebook, Jika Kasus Myanmar Terjadi di Indonesia !

0
452
facebook
[email protected]

Tak ingin Seperti Kasus Myanmar, Kominfo Beri Peringatan ke Facebook !

Eratekno.com – Atas kasus pencurian data sebanyak 1 juta pengguna Facebook Indonesia oleh firma analis Cambridge Analytica (CA) yang telah menghebohkan masyarakat sehingga memunculkan pro kontra. Sejumlah pihak yang mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas yakni dengan memblokir Facebook.

Baca juga : Kenapa Facebook Tiba-Tiba Hapus Pesan Pribadi Mark Zuckerberg ? Ini Alasannya !

Dimana Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam sejumlah kesempatan yang menegaskan tak segan untuk memblokir sang raksasa jejaring sosial tersebut.

Facebook
[email protected]

namun, semuanya harus melalui prosedur supaya langkah kita tidak gegabah. “Kalau ada indikasi bahwa Facebook di Indonesia digunakan untuk penghasutan, seperti yang terjadi di Myanmar, saya tidak punya keraguan untuk blokir,” kata dia, Rabu (11/4/2018), di Gedung Kominfo, Medan Merdeka, Jakarta.

Seperti yang telah kita ketahui, Facebook yang sudah mengakui jika pihaknya baal bertanggung jawab atas penyebaran informasi palsu, sehingga adanya saling hasut antar-kelompok di Myanmar. Yang akhirnya terjadi pembantaian terhadap kaum Rohingya.

Baca juga : Waduh, Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor, Simak Disini !

Kembali kepada kasus pencurian data, Rudiantara yang mengungkapkan jika dirinya saat ini masih menunggu seperti apa hasil audit Facebook. Apabila telah dicapai hasil akhir, barulah pemerintah dapat menakar potensi seberapa besar pokok permasalahan yang timbul dan bagaimana mengambil tindakan yang lebih jauh.

Sementara saat ini, melalui Surat Peringatan Pertama dan Kedua yang telah diberikan Kominfo ke Facebook, dimana pihaknya yang meminta supaya layanan pihak ketiga yang memiliki potensi merugikan pengguna harus dihentikan. “Saat ini, kan, sudah SP II. Kita tunggulah, nanti setelah SP II bisa ditingkatkan menjadi pemutusan layanan sementara jika diperlukan,” ujarnya.

Kominfo telah dua kali melayangkan SP, yang pertama pada tanggal 5 April 2018, selanjutnya yang kedua pada tanggap 10 April 2018. Dimana isi dari SP tersebut yang meminta penjelasan mengenai mekanisme pencurian data, dan meminta hasil audit, serta menagih jaminan perlindungan data pengguna Indonesia oleh Facebook.

Baca juga : Tak ingin seperti Facebook, Instagram Batasi Data Pengguna bagi Pengembang !