Lindungi Smartphone dengan Antivirus, Indonesia Rawan Malware Mobile !

0
181
malware
copyright©klikmania

Gawat, Indonesia Rawan Malware Mobile ! Gunakan Antivirus

Eratekno.com – Indonesia merupakan negara yang menduduki peringkat tiga teratas yang paling sering diserang oleh malware mobile. Dimana kabar tersebut berdasarkan sebuah riset dari Kaspersky Lab yang menyatakan Iran merupakan negara dengan peringkat pertama dengan 27,25% serangan, disusul oleh Bangladesh (42,76%) kemudian Indonesia sebanyak 41,14%.

Baca Juga : Waduh… Disebar Via GitHub, Indonesia Jadi Sasaran Serangan Malware

Serangan malware ransonmware yang tidak hanya menyerang 3 negara diatas, berdasarkan riset Kaspersky Lab, sepanjang 2017 mereka telah menemukan 544.104 berupa paket instalasi untuk mobile ransomware Trojan. Dimana angka tersebut 2 kali lebih tinggi ketimbang di tahun sebelumnya, yakni  2016 dan 17 kali lebih tinggi ketimbang 2015.

malware
[email protected]

Dimana peningkatan volume tersebut yang diakibatkan adanya sejumlah aktivitas tinggi yang berasal dari jenis malware Trojan Congur di bulan-bulan pertama 2017. Sedikit informasi, Trojan Congur merupakan sejenis pemblokir yang dapat mengatur atau bisa juga untuk menyetel ulan PIN di sebuah perangkat lalu kemudian meminta uang untuk membuka blokiran perangkat tersebut.

Dalam penjelasannya, Ahli Keamanan di Kaspersky Lab Roman Unuchek menyatakan lanskap berupa ancaman pada perangkat seluler yang memiliki perbandingan lurus dengan apa yang bakal dialami di pasar seluler secara global.

Baca Juga : Microsoft Hadirkan Windows Analytics, Fitur Untuk Mendeteksi Malware

Saat ini, mobile advertising Trojan yang mengeksploitasi hak root memang sedang menurun, tetapi jika versi terbaru Android firmware menjadi rentan, maka akan muncul peluang baru dan kami akan melihat pertumbuhannya kembali,” ujarnya seperti dikutip Bisnis, Senin (26/3/2018)

Unuchek yang menyatakan hal sama juga dapat berjalan untuk mata uang virtual, dimana dengan adanya peningkatan sejumlah aktivitas penambangan cryptocurrency di seluruh dunia yang dipastikan bakal semakin banyak pula modifikasi dari malware mobile yang mengancam modul mining didalamnya.

Hasl riset dari Kaspersky Lab yang menyatakan adanya kemampuan serta metode mobile ransomware yang diperkirakan sama sepanjang 2017, namun pada ahli tersebut telah menemukan sejumlah kegunaan baru dari ransomware dari jenis Trojan perbankan, seperti Faketoken dan Svpeng, dimana malware ini sudah dimodifikasi supaya dapat mengenkripsi file pengguna.

Baca Juga : Malware Berbahaya Ini Bisa Baca WhatsApp Hingga Ambil Foto Pribadimu Lho