Merasa Iri, Bos Telegram Tanyakan Kenapa WhatsApp Tak Diblokir ?

0
655
pavel-durov
[email protected]

Pendiri Telegram Iri Kepada WhatsApp, Kenapa Tak Diblokir ?

Eratekno.com – Belum lama ini Pemerintah Iran yang telah memblokir akses beberapa media sosial, yakni Telegram, Signal serta Instagram.

Diketahui pemblokiran tersebut dilakukan untuk meredam situasi dalam negeri yang sedang goyah, dipimpin oleh Presiden Hassan Rouhani.

Baca Juga : Bos Telegram Buka Suara Usai Layanan Telegram Diblokir di Iran!

Yang mana media sosial dianggap sebagai penyebar informasi serta propaganda sehingga dapat menimbulkan masalah atau kerusuhan sosial di penghujung Desember lalu.

Media sosial merupakan sumber informasi yang sangat penting bagi pengunjuk rasa di Iran. Chief Executive Officer dan Pendiri Telegram, Pavel Durov yang menyesalkan atas pemblokiran yang dilakukan pemerintah Iran tersebut.

Copyright©Telset

Dalam keluhan dirinya di akun Twitternya, Durov yang memprotes kenapa pemerintah Iran berlaku diskriminatif. Dia iri dengan media sosial pesan instan lain yakni WhatsApp yang tidak diblokir oleh pemerintah Iran.

Saat aplikasi seperti Telegram dan Signal diblokir oleh otoritas Iran, WhatsApp masih bisa diakses penuh di Iran,” tulis Durov dikutip Rabu 3 Januari 2017.

Unggahan Durov tersebut ditanggapi oleh netizen, yang menyatakan diskriminasi tersebut kemungkinan WhatsApp yang tidak memiliki fitur saluran, seperti di Telegram. Fitur saluran tersebut merupakan salah datu fitur andalan bagi Telegram,

pengguna memungkinakn dapat dengan mudah untuk berbagi pemikiran. Durov yang membalas komentar tersebut, tidak ada yang tahu tentang kenapa Iran mendiskriminasi media sosial tersebut.

Begitu Telegram diblokir, pada tahun baru kemarin, Durov yang secara langsung angkat bicara. Ia menyesalkan atas tindakan yang dilakukan oleh Hassan Rouhani dengan berkicau di akun Twitter pribadinya.

Baca Juga : Telegram Update, Bisa Aktifkan Fitur Multiple Account Lho!

Otoritas Iran teleh memblokir akses menuju Telegram setelah publik menolak untuk menutup media sosial yang melakukan protes secara damai,” kata Durov.

Dalam postingan di Durov Channel, pendiri Telegram tersebut mengaku bangga jika aplikasi besutannya tersebut digunakan oleh ribuan saluran oposisi masif di banyak negara. Dia menambahkan jika Telegram hadir untuk memberikan ruang media kebebasan berbicara yang merupakan bagian dari HAM.

Dan kami lebih suka (aplikasi) kami diblokir oleh otoritas negara dibanding membatasi ekspresi damai untuk alternatif suara publik,” ujar Durov.

Baca Juga : Telegram Punya Fitur Baru, Apa Saja?