Terkait Kebocoran Data, Pengguna Bakal Tinggalkan Facebook ?

0
211
[email protected]

Skandal Kebocoran Data, Pengguna Bakal Tinggalkan Facebook ?

Eratekno.com – Terkait isu kebocoran 50 juta data pengguna Facebook sehingga perusahaan teknologi yang juga pemilik dari WhatsApp dan Instagram tersebut yang krisis. Jika hal tersebut benar terbukti, skandal tersebut yang bakal menjadi salah satu masalah terbesar, yang sebelumnya pernah dialami oleh raksasa media sosial tersebut.

Baca Juga : Cara Memblokir dan Membatalkan Pemblokiaran Teman di Facebook Melalui Perangkat Mobile Ataupun Desktop

Cambridge Analytica (CA) yang dikabarkan terlibat dalam sebuah skandal kebocoran data 50 juta pengguna Facebook. Firma yang juga pernah bekerja dengan tim kampanye Donald Trump ketika pemilihan presiden (pilkpres) Amerika Serikat (AS) 2016 yang dituduh menggunakan jutaan data pengguna untuk membuat sebuah software yang dapat digunakan untuk mempengaruhi pemilihan suara.

Facebook
[email protected]

Bukan itu saja, data pengguna Facebook yang diperkirakan digunakan CA untuk melakukan kampanye referendum Uni Eropa di Britania Raya. Dimana hal tersebut yang sangat berisiko besar, dalam data privasi kita dapat digunakan untuk mempengaruhi suara politik dan juga bakal berpengaruh besar ke dalam hasil pemungutan suara yang dapat mencoreng nilai demokrasi.

CA sendiri yang merupakan perusahaan besar yang dimiliki oleh seorang miliarder teknologi yang bernama Robert Mercer. Dimana salah satu jajaran direksinya, yang sebelum dilantik merupakan penasihat Presiden Trump, yakni Steve Bannon yang merupakan petinggi di media konservatif Breidbart.

Sejak tahun 2014 yang lalu, Cambridge Analytica yang telah mengembangkan sebuah teknik untuk memperoleh data Facebook dari kuis kepribadian. Dimana tipe kusi tersebut yang cukup populer di Facebook yang dikerjakan melalui perusahaan pihak ketiga yakni Global Science Research.

Baca Juga : Terima Update Baru, Gim Pokemon Go Dapat Terhubung dengan Akun Facebook Pemain

Dengan memanfaatkan metode tersebut apakah juga terjadi di Indonesia? Bila hal tersebut dapat terjadi, apakah pengguna bakal ramai-ramai meninggalkan Facebook ?

Berdasarkan pengamat media sosial Abang Edwin Syarief Agustin yang menyatakan tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga bakal terjasi , dimana tahun depan bakal ada pilpres di Indonesia. Tetapi ia menambahkan masih belum ada fakta yang mampu membuktikan adanya hal tersebut.

Hal ini mungkin terjadi karena mengadu gagasan dan kompetisi di media sosial merupakan cara yang mudah–tak perlu menggunakan banyak biaya–ketimbang harus melakukan kampanye ke tempat-tempat tertentu,” tutur Edwin saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Rabu (21/3/2018) sore di Jakarta

Baca Juga : Ssstt.. Diam-diam Facebook Luncurkan Aplikasi Wifi di Indonesia !