Terkait Privasi, Facebook Usulkan Pengguna Pakai Nama Samaran !

0
231
[email protected]

Facebook Diminta Izinkan Pengguna Pakai Nama Samaran !

Eratekno.com – Pengadilan Jerman yang telah memutuskan jika penggunaan nama asli di akun Facebook merupakan ilegal alias melanggar hukum. Sebab pengguna Facebook yang seharusnya diperbolehkan untuk memakai nama samaran atau pseudonym.

Kepatuhan akan hukum privasi yang bakal berlaku di Eropa sejak lama merupakan landasan dari keputusan tersebut. sebab aturan tersebut sudah diluncurkan sejak januari 2018 lalu, ttapu baru Februari ini diumumkan secara resmi oleh federasi organisasi konsumen Jerman yang dikenal dengan VZBV.

Baca Juga : 2,8 Juta Pengguna Anak Muda di AS Tinggalkan Facebook !

Dimana organisasi tersebut yang telah mengajukan tuntutan hukum kepada sosial media besutan Mark Zuckerberg tersebut. mengingat, Facebook tak perlu untuk memberikan informasi yang penting apalagi terkait dengan privasi seseorang, ketika calon pengguna Facebook untuk mendaftar.

Copyright©CNN

Facebook menyembunyikan pengaturan default yang tidak ramah privasi di pusat privasinya dan tidak memberikan informasi yang cukup bagi pengguna, ketika mereka mendaftarkan akun“, jelas Heiko Duenkel, perwakilan VZVB.

Salah satu yang paling disorot yakni penggunaan Facebook mobile yang dapat memperlihatkan lokasi pengguna secara default, saat mereka melakukan chatting. VZBV yang menolak Facebook yang membagi informasi pribadi tanpa sadar yang disetujui oleh pengguna, dimana hal tersebut dapat menguntungkan perusahaan, atau juga bisa bagi pengguna Facebook yang lain.

Baca Juga : Jarang Diketahui, Ini Dia 5 Fitur Tersembunyi Facebook

Mereka memperkirakan, jika Facebook memakai data pribadi pengguna untuk menarik iklan. VZBZ yang menilai jika Facebook telah memberikan informasi yang menyesatkan, dimana ketika mengakses platform tersebut pengguna tidak dikenakan biaya. Namun nyatanya, mereka harus membayar dengan data pribadi mereka, pungkas VZBZ.

Menanggapi tuntutan tersebut, akhirnya Facebook menanggapi dimana meraka bakal mengajukan banding. Facebook yang menyatakan jika pihaknya sudah melakukan beberapa perubahan agar mematuhi aturan hukum yang berlaku du Uni Eropa, sejak masalah ini muncul pertama kali pada tahun 2015 silam.

Pihak Facebook yang menyatakan perubahan privasi di wilayah Uni Eropa bakal berlaku mulai Junia dan akan lebih ketat ketimbang yang berlaku di tanah kelahirannya, yakni Amerika Serikat. “Kami telah bekerja keras untuk memastikan pedoman kami jelas dan mudah dipahami” jelas juru bicara Facebook ,sebagaimana ditulis KompasTekno dari The Verge, Selasa (13/2/2018).

Baca Juga : Facebook Uji Coba Tombol “Downvote”, Apa Fungsinya?