Terkait Ujaran Kebencian, Ratusan Akun Media Sosial Dinonaktifkan !

0
88
smartphone
[email protected]

Ratusan Akun Media Sosial Dinonaktifkan, Kenapa ?

Eratekno.com – Petugas Siber polresta Jambi yang telah menonaktifkan ratusan akun media sosial (medsos) yang berisi tentang ujaran kebencian. Dimana Kasat Reskrim Polresta Jambi Komisaris Polisi Yuda  Lesmana

yang mengungkapkan seluruh akun di media sosial yang sengaja dipantau oleh tim cyber agar tak ada lagi tindakan ujaran kebencian di media sosial yang tengah populer tersebut.

Baca Juga : Keren Abis! Kacamata Ini Bisa Posting Video Langsung ke Media Sosial Lho!

Sejak Januari 2018 sampai dengan kini, pihak tim cyber yang telah menonaktifkan ratusan akun di beberapa media sosial, misalnya Instagram, Facebook dan Twitter serta berbagai media sosial yang lain. Namun yang paling banyak terdapat tindakan ujaran kebencian yakni di Facebook yang juga turut dinonaktifkan oleh tim siber Polresta Jambi.

[email protected]

Tim cyber Polresta Jambi ada enam orang dan mereka bertugas memantau seluruh media sosial dan bila ada akun yang menyebarkan ujaran kebencian yang sebelum menjadi viral, akan dinonaktifkan akunnya,” kata Yuda, Selasa (6/2)

Lalu oleh anggota siber Polresta Jambi yang turut memantau media sosial dengan berbagai informasi yang lain yang terdapat dalam media sosial lainnya. Dengan akan diselenggarakannya Pilkada serentak 2018,

Baca Juga : Jejeran Media Sosial Yang Hidup Segan Mati Pun Tak !

tim siber Polresta yang melakukan pemantauan sejumlah akun-akun yang ada kaitannya dengan hal tersebut. dimana Polresta Jambi yang bakal meminta kepada para pengguna untuk mengawasi media sosial selama 24 jam.

Jadi, bijaklah bila ingin menggunakan media sosial dan jangan sampai gara-gara unggahan atau status yang dibuat mengarah kepada ujaran kebencian,” katanya.

Sementara banyak dari orang yang memiliki karakter aslinya misalnya pendiam dan berkepribadian tertutup di duia nyata. Namun siapa sangka jika saat bermain di dunia maya, media sosial mereka dapat berubah menjadi garang dan mudah menyerang.

Dimana media sosial sebetulnya dapat dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman dengan sarana pendapat dan menyampaikan ide. Tetapi hal tersebut jika tak dapat digunakan dengan positif, maka dapat menumbuhkan perilaku yang jahat, misalnya ujaran kebencian dan penindasan.

Baca Juga : Alami Insiden Ponsel Meledak, OnePlus Dituding Tak Peduli !