Waspada, 50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor !

0
256
[email protected]

Hati-hati, 50 Juta Data Pengguna Facebook Bocor !

Eratekno.com – Sebanyak 50 juta data personal pengguna Facebook yang dicuri serta disimpan oleh firma analisis data, Cambridge Analytica. Firma yang bekerja untuk kampanye pemenangan Donald trump pada Pilpres 2016 lalu. Tak hanya Cambridge Analytica, data pengguna Facebook yang ada dalam arsip Strategic Communication laboratoies (SCL).

Baca Juga : Terima Update Baru, Gim Pokemon Go Dapat Terhubung dengan Akun Facebook Pemain

Dimana keduanya merupakan perusahaan yang berafiliasi. Cambridge Analytica dan SCL yang diperkirakan memperoleh data pengguna Facebook dari peneliti pihak ketiga yang bernama Aleksandr Kogan. Ia bekerja di Global Science Resarch serta sering melakukan survei terkait kepribadian yang tersebar masih di Facebook.

[email protected]

Kogan yang sudah mengumpulkan respons pengguna atas survei dan kuis Facebook sejak 2015, lewat sebuah aplikasi besutannya yang bertajuk “thisisyourdigitallife”. Aplikasi tersebut memang hanya diunduh sebanyak 270.000 pengguna Facebook. Namun efeknya mengena ke 50 juta pengguna sebab aplikasi ini dapat mengakses data-data teman dari sang pengunduh.

Baca Juga : Ssstt.. Diam-diam Facebook Luncurkan Aplikasi Wifi di Indonesia !

Siapa saja yang mengunduh aplikasi tersebut secara tidak langsung bakal menyerahkan data personal mereka, meliputi apa yang mereka suka, dimana mereka tinggal, sertai dengan siapa saja teman mereka. Facebook yang usdah menangguhkan Cmabridge Analytica, SCL, Kogan dan Christopher Wylie. Wylie sebagai pembisik alias whistleblower yang menceritakan mengenai kebocoran serta penyalahgunaan data sebanyak 50 juta pengguna Facebook ke media sosial massa.

Kami terus menyelidiki untuk melihat tingkat akurasi dari klaim-klaim ini. Jika benar, ini adalah kejahatan yang tak termaafkan,” kata Vice President dan General Counsel Facebook, Paul Grewal. Sedangkan, juru bicara SCL yang tak mengakui adanya tuduhan yang ditujukan kepada pihaknya serta Cmabridge Analytica. Namun, tidak ada informasi lebih rinci mengenai sola bantahan tersebut.

Cambridge Analytica dan SCL tak memegang data Facebook,” ujarnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (19/3/2018), dari Wired. Sumber berita yang mengungkapkan, data personal pengguna Facebook hingga kini masih dapat diakses di databese internal Cmabridge Analytica pada 2017 lalu. Dimana SCL yang sudah berjanji kepada Facebook serta pegawai Cambridge jika semua data tersebut telah terhapus pada 2015 lalu.

Baca Juga : Jarang Diketahui,, Berikut Ini Cara Keluar Dari Aplikasi Facebook Messenger dengan Mudah!