ZTE Axon 7 Sambangi Amerika Serikat, Harga 5,2 Jutaan

harga ZTE Axon 7 terbaru

ERATEKNO.COM – Smartphone flagship ZTE Axon 7 akhirnya resm menyambangi pasar Amerika Serikat setelah sebelumnya sukses dipasaran Eropa. Ponsel andalan ZTE ini menawarkan keunggulan kelas atas dengan segudang spesifikasi mumpuni. ZTE melekakukan penjualan sistem pre-order dengan harga 400 dollar atau sekitar Rp.5,2 jutaan. Sebuah harga yangs angat kompetitif, pengiriman barang ke konsumen akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2016.

Seperti diberitakan dibanyak media, ponsel ZTE Axon 7 dibekali dengan spesifikasi yang sangat canggih. Ponsel ini mengusung layar AMOLED berukuran 5.5 inci dimana resolusinya setara QHD atau 1440 x 2560 pixels dengan kerapatan 538 ppi. Layar tersebut juga telah dilindungi lapisan anti gores Corning Gorilla Glass 4.

Ponsel yang berjalan pada sistem operasi android 6.0.1 Marshamallow ini diperkuat prosessor garang terdiri dari Dual-core 2.15 GHz & dual-core 1.6 GHz. Prosessor tersebut dimotori oleh chipset handal keluaran Qualcomm MSM8996 Snapdragon 820 serta kartu pengolah grafis Adreno 530.

Kemampuan ponsel ZTE Axon 7 makin bertenaga dimana ponsel ini dibekali dengan RAM besar 6 GB untuk kapasitas memori internal 128 GB, sementara RAM 4 GB untuk memori internal 64 GB. MicroSD sebagai media penambah kapasitas memori bisa dipasang hingga maksimal 256 GB menggunakan slot sim card 2.

Ponsel dual SIM yang sudah mendukung jaringan 4G LTE ini juga dibekali dengan kamera canggih berukuran 20 MP dibagian belakangnya dilengkapi dengan fitur PDAF, f/1.0,, OIS dan lain sebagainya dengan kualitas video rekaman setara 2160p@30fps. Juga kamera depan 8 MP berfitur f/2.2.

Baterai Li-Ion Non-Removable berkapasitas 3250 mAh diklaim mampu memberikan waktu bicara hingga 16 jam. Fitur Quick Charge 3.0 memungkinkan mengisi daya hingga 83 persen selama 30 menit. Fitur lainnya adalah Wifi, bluetooth v4.2, NFC, microUSB v3.0 dan Fingerprint sensor.

Belum diketahui apakah ponsel ZTE Axon 7 juga akan dipasarkan di Negara Asia termasuk Indonesia. Namun melihat kebuasaan ZTE nampaknya Indonesia bukan pilihan utama target pasarnya.