Kesan Pertama Menjajal Nokia 8110

0
2101
Nokia-8810-4G-version-exposure-design
copyright©The Phone Talk

Eratekno.com – Di tengah populernya sistem operasi Android dan iOS, Nokia tampaknya tidak mau menyerah begitu saja. Pabrikan ponsel yang sempat Berjaya selama beberapa waktu sebelum akhirnya ditumbangkan Google dan Apple ini akhirnya harus mengakui bahwa OS Symbian mereka tidak lagi sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar. Nokia pun sempat sekarat dan bahkan tidak mengeluarkan ponsel. Namun, sejak 2 tahun belakangan ini, pabrikan ponsel asal Finlandia tersebut mencoba meraih kembali tempat mereka dari para competitor. Nokia pun meluncurkan beberapa varian produk dengan kombinasi strategi yang terbilang cukup unik. Di samping mengeluarkan produk dengan spesifikasi terkini sesuai perkembangan pasar, Nokia juga belakangan meluncurkan beberapa produk nostalgia.

Salah satu produk nostalgia yang diluncurkan pabrikan asal Finlandia tersebut adalah Nokia 8810. Ponsel yang baru-baru ini diperkencalkan dalam ajang World Mobile Congress 2018 ini sekaligus merupakan penerus dari Nokia 3310 yang sudah terlebih dahulu diperkenalkan Nokia pada tahun lalu. Dengan bentuknya yang unik seperti pisang, ponsel ini pun sukses menggaet perhatian dari para pengunjung perhelatan tersebut. Bahkan beberapa dari mereka teringat akan ponsel ini sebagai produk yang serupa dengan yang pernah digunakan dalam film Matrix.

Dengan mengusung bentuk lengkungan yang sangat menarik serta bilah geser, Nokia pun sukses membawa para pengunjung ke masa-masa lalu, ke masa kejayaan Nokia. Namun, tentunya ada beberapa perbedaan yang kali ini diusung Nokia pada lini 8810-nya. Kebanyakan orang mungkin mengira bahwa material yang digunakan pada ponsel kali ini akan mengusung material logam. Namun, tampaknya Nokia masih menemukan kesulitan mengaplikasikan material ini. Sebagai gantinya, plastik cukup banyak dirasakan di permukaan Nokia 8810, salah satunya di bagian bilah gesernya. Sebenarnya ini tidak terlalu mengejutkan apalagi jika melihat segmen pasar yang dituju kali ini adalah menengah ke bawah. Adapun fitur menarik yang menjadi salah satu keunggulan ponsel ini adalah konektivitas 4G. Nokia tampaknya ingin menjawab kebutuhan masyarakat milenial dengan koneksi internet yang cepat dengan semua lini produknya.

Seperti dilihat dari tampilannya, ponsel Nokia 8810 mengusung layar yang terbilang lain dari biasanya, jika melihat tren masa kini. Alih-alih menggunakan layar lebar, ponsel ini masih berkutat di layar sempit dengan diagonal berkisar di angka 2.4 inci dan resolusi 240×320 piksel. Dengan layar sekecil dan resolusi serendah ini, tentu Anda tidak akan bisa menggunakan ponsel ini untuk aktivitas berat seperti menonton video, bermain game, atau mungkin mengunjungi situs-situs favorit Anda, misalnya M88 sports betting.

Di bagian dapur pacu, produk ini dilengkapi dengan Qualcomm Snapdragon 205. Sementara di bagian kamera, ponsel ini hanya dilengkapi dengan kamera dengan resolusi 2 megapiksel di bagian belakang. Bagi Anda yang termasuk generasi swafoto, mungkin hal ini terdengar kurang menyenangkan. Tanpa adanya fitur kamera depan, memang ponsel kali ini sepertinya kurang ditujukan untuk mengambil gambar dari bagian depan layar.

Sementara itu, di bagian penyimpanan, produk ini dilengkapi dengan media penyimpanan sebesar 4GB dan 512 RAM. Nokia sendiri memastikan bahwa ponsel 8810 mereka akan tersedia dalam varian satu atau dua SIM tergantung dari negara target pemasaran. Selain itu, fitur lain berupa dukungan konektivitas LTE dan Wi-FI turut disematkan ke dalam produk ini. Adapun kekurangan mendasar dari produk ini ialah keputusan pabrikan untuk mempertahankan keyboard fisik. Mungkin Nokia memang bertujuan untuk membangkitkan kembali perasaan para pengguna ponsel dengan produk Nokia. Namun, di tengah perkembangan gawai yang semakin canggih dan pesat dewasa ini, tampaknya papan ketik fisik bukanlah fitur yang cukup handal.

Jika kamu pernah menggunakan ponsel Nokia tempo dulu, kamu pasti tidak akan asing dengan antarmuka ponsel yang satu ini. Bahkan bukan tidak mungkin kamu akan tenggelam di dalam rasa nostalgia berkat tampilannya yang benar-benar mirip dengan ponsel Nokia jadul. Memang, harus diakui bahwa masih ada kekurangan disana-sini, termasuk kemampuan ponsel ini dalam memprediksi teks yang akan dimasukkan pengguna. Terlepas dari kelemahan ini, sebagai ponsel yang dimaksudkan untuk menyasar segmen menengah ke bawah, sebenarnya ponsel ini cukup berkelas bagi mereka yang hanya menggunakan ponsel sebatas untuk menelepon dan berkirim pesan singkat.

Varian ponsel ini pun hanya terbatas dalam warna klasik kuning dan hitam. Maka, tidak aneh jika banyak orang yang memberi istilah ponsel pisang pada produk yang satu ini, terutama berkat lengkungan mirip pisang yang disematkan padanya. Ketika dimintai tanggapannya atas produk ini, HMD Global selaku produsen mengatakan bahwa Nokia 8110 dibuat bagi mereka yang ingin membeli ponsel sebagai “ponsel akhir pekan” karena fiturnya yang sederhana atau bahkan karena orang hanya mengincar permainan Snake Nokia yang klasik. Berdasarkan pernyataan ini, setidaknya kita mengetahui bahwa memang dari awal Nokia tidak berencana untuk menyematkan berbagai fitur mumpuni dalam produk yang satu ini.

Pun begitu, cukup menarik melihat upaya Nokia untuk bangkit dan Berjaya kembali dalam industri ponsel pintar. Kita pun tidak sabar melihat beberapa produk Nokia berikutnya yang digadang-gadang memiliki kemampuan yang setidaknya sama dengan ponsel keluaran terbaru dari Samsung, Apple, atau Google. Memang tidak dapat disangkal bahwa masih banyak dari kita yang menaruh harapan besar pada Nokia. Dengan basis pelanggan setia yang masih tergolong sangat besar, sebenarnya Nokia masih memiliki peluang yang cukup besar untuk kembali merajai pangsa pasar ponsel pintar. Langkah Nokia pun tidak bisa dianggap enteng oleh para pesaingnya mengingat semakin lama, semakin banyak fitur unggulan yang ditawarkan Nokia kepada para pengguna ponsel.

Akankah ini berarti kita akan kembali melihat deretan produk Nokia berjejer di berbagai toko dalam negeri? Bisa saja hal ini terjadi. Sebagai salah satu negara dengan jumlah pelanggan setia Nokia terbesar di dunia, HMD Global selaku pemegang merek Nokia tentu saja sudah menyiapkan kado yang spesial bagi para penggunanya di Indonesia. Beberapa ponsel terbaru dari Nokia dikabarkan siap memasuki pasar Indonesia dalam waktu dekat ini.