Disebut Hanya Cari Keuntungan, Rahasia ‘Gelap’ Facebook Terungkap Setelah Memo Internal Bocor

0
513
Facebook
Copyright©Liputan6

Belum Tuntas Skandal 50 Juta Data Pengguna, Memo Internal yang Mengungkap Rahasia Gelap Facebook Bocor, Seperti Apa?

Eratekno.com – Seakan tiada habisnya, Facebook kini terus diterpa masalah secara bertubi-tubi. Belum selesai permasalahan penyalahgunaan 50 juta data penggunanya, kini layanan media sosial besutan Mark Zukerberg tersebut kembali dirundung masalah baru. Apa masalah baru itu?

Masalah baru ini sendiri bermula pada tahun 2016 dan saat itu Facebook membuat memo internal perusahaan yang diedarkan ke karyawan secara tertutup. Memo itu sendiri ditulis oleh seorang wakil direktur FB bernam Andrew Bosworth pada tahun 2016.

Baca juga :  Ssstt.. Diam-diam Facebook Luncurkan Aplikasi Wifi di Indonesia !

Dia menuliskan pesan yang memicu kontrovensi dan isi memo itu dimuat pertama kali oleh BuzzFeed News. Nampak dalam memo itu, Boz nama panggilan dari Andrew Bosworth menyebutkan jika Facebook hanya mempunyai satu misi untuk menguntungkan perusahaan yaitu menghubungkan semua pengguna menjadi suatu komunitas besar. Dapat dikatakan jika semakin besar pengguna, maka semakin besar pula keuntunga yang diperoleh perusahaan.

Akan tetapi, Boz justru menekankan jika cara ini dapat dilakukan dengan apa saja dan yang terpenting caranya baik secara de facto. Dengan demikian dapat disimpulkan jika Facebook dapat menghalalkan berbagai cara untuk meraup keuntungan.

[email protected]

‘Mungkin kita memang butuh mengorbankan hidup guna mengekspos seorang yang di-bully ataupun mengekspos seseorang yang mati karena serangan teroris. Bagaimanapun itulah yang kita lakukan dan sejelek appaun isunya, kita harus menghubungkan orang. Itulah kerjaan kita guna menumbuhkan pengguna’ tulis Boz dalam memo.

Tulisan memo tersebut sontak memunculkan kontroversi serta pertanyan terkait kesigapan Facebook menangani informasi dan data pribadi penggunanya. Banyak pertanyaan apakah benar perusahaan menjaga kerahasiaan data pengguna atau justru hanya memikirkan angka demi keuntungan?

Baca juga : Terima Update Baru, Gim Pokemon Go Dapat Terhubung dengan Akun Facebook Pemain

Semetara itu, Boz sendiri juga mengakui jika memo internal tersebut benar adanya, namun dia tidak membenarkan terkait isinya. Menurutnya, memo itu justru hanya memicu perdebatan dan memperkeruh suasana. Bahakn Boz sendiri secara terang-terangan tak mengakui isi pesan dan dia mengaku pesan tersebut bukan dia yang menulis.

Sedangkan CEO Facebook, Mark Zukerberg sendiri pada pekan lalu meminta maaf kepada publik terkait skandal kebocoran puluhan juta dapat pengguna. Dia pun mengakui jika ada pelanggaran kepercayaan antar Cambridge analitica, Facebook dan Aleksandr Kogan selaku pihak yang disebut-sebut bertanggung jawab terhadap bocornya 50 juta data pengguna. Pada saat itu, Mark juga menuturkan, Facebook mempunyai tanggung jawab untuk melindungi data pengguna, maka jika pihaknya tak dapat melindungi data pengguna dapat dikatakan jika mereka tak layak melayani penguna media sosial.

Baca juga : Cara Memblokir dan Membatalkan Pemblokiaran Teman di Facebook Melalui Perangkat Mobile Ataupun Desktop