Ngeri.. Ini Dia Software yang Dapat Prediksi Kematian Buatan Ilmuwan Amerika Serikat

0
2109
software
[email protected]

Ini Dia Software yang Bisa Memprediksi Kemataian Seseorang

Eratekno.com – Sejumlah ilmuwan dari Stanford University, Amerika Serikat (AS) melakukan pengembang yang luar biasa. Mereka baru saja mengembangkan software dengan kemampuan untuk memprediksi kematian manusia dengan akurasi yang nyaris sempurna.

Mengenai teknologi memprediksi kematian semacam ini bukan pertama kali muncul. Tepatnya tahun 2015 lalu juga ada teknologi semacam ini yang diciptakan oleh tim dokter Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, Amerika Serikat.

Ketika itu mereka megembangkan sebuah komputer super yang mampu memprediski kemungkinan kematian seseorang dengan akurasi yang cukup tinggi. Komputer ini pun juga telah digunakan oleh sejumlah pasien di rumah sakit tersebut. Disebutkan jika komputer ini dapat mengetahui penyakit lebih baik dibandingkan dengan dokter biasa.

Baca juga :  Inilah Perbedaan WhatsApp Business dan WhatsApp Messenger !

Komputer tersebut diisi dengan informasi sekitar 250.000 orang dengan usia 30 tahun terakhir. Hal itu dilakukan guna mendiagnosis penyakit lebih cepat dan dengan diagnosis tersebut dapat dilakukan penanganan dengan cepat pula. Jika komputer ini mengatakan mengatakan seoarag meninggal, maka besar kemungkinan pasien tersebut benar-benar akan meninggal meskipun wakatunya tak bsia ditentukan.

software
[email protected]

Dari sebuah laporan menyebutkan jika keakuratan perangat lunak buatan para ilmuwan dari Standford, Amerika Serikat tersebut dalam memprediksi kematian seseorang mempuyai presentase sekitar 90 persen. Tapi meskipun begitu dinyatakan jika perangkat ini tak bisa memprediksi kematian manusia dalam segala kondisi.

Dijelaskan jika software ini hanya bisa memprediksi kematian manusia dalam kondisi tertentu saja, misalnya saat mereka dalam kondisi kritis, kecelakaan berat atau mengidap penyakit dan koma selama berhari-hari. Maka bisa dikatakan jika perangkat tersebut tak bisa menyatakan kapan manusia bisa mati layaknya Tuhan.

Baca juga :  Berantas Berita Hoax, Pendiri Facebook Bakal Batasi Berita Clickbait !

Perangkat lunak ini diketahui menggunakan teknologi canggih yakni teknologi kecerdasan buatan (Arfiticial Intelegence-AI). Selain itu perangkat juga dilatih oleh ilmuwan dengan menggunakan analisis 160 ribu pasien dewasa dan anak-anak dirumah sakit Stanford dan Lucie Packard. Melalui pembelajaran tersebut akan dipelajari rekam jejak kesehatan pasien mulai dari diagnosis, prosedur yang dilakukan hingga jenis obat yang harus dikonsumsi.

Kemudian tahap selanutnya Software akan menggunakan algoritma yang telah diaplikasikan ke lebih  dari 40 ribu pasien aktif dalam kondisi kritis. Dalam hal ini perangkat nantinya akan mempelajari kondisi pasien. Selain itu dokter juga akan diperingatkan jika pasien mengalami kondisi lebih buruk ataupun pasien dalam kondisi mengarah pada kematian.

Baca juga :  Jangan Panik! Begini Cara Membuka Dokumen Word yang Rusak