Waduh… Disebar Via GitHub, Indonesia Jadi Sasaran Serangan Malware

0
349
malware
copyright©klikmania

Incar Mata Uang Crypto Populer, Indonesia Jadi Target Serangan Malware

Eratekno.com – Saat ini malware penambang mata uang crypto (cryptocurrency mining) merupakan salah satu virus yang banya beredar, bahaa keberadaannya telah menyaingi penyebaran ransomware. Avast baru-baru ini berasil mengidentifikasi penyebaran virus yang mengincar mata uang crypto populer.

Virus tersebut ialah Monero dan Avast menemukannya melalui GitHub yang juga sebagia salah satu situs terkenal penyimpanan source code. Celakanya lagi, korban utama penyerangan ini ialah negara Indonesia.

Baca juga : Jangan Takut! Browser Opera Sudah Hadirkan Pelindung Malware Penambang Bitcoin

Para penjahat cyber membuat farking atau menyalin proyek open source milik pengembang lain secara acak, lalau mereka menyiskan file malware berupa file excutable ke dalam proyek itu. Meskipun natinya korban tak mengunduh file secara langsung, namun file malware itu tersebut melalui iklan berbahya. Iklan tersebut akan mencoba mengelabuhi pengunjung situs game online dan situs dewasa untuk mengeklik iklan.

Iklan yang bersifat phising tersbeut dapat berisikan ajakan untuk menginstal Flash Player saat akan menonton video atau tawaran berisikan game online dewasa. Namun pada saat iklan di klik, disitulah file malware akan diunduh oleh komputer pengunjung situs tersebut. Selain itu malware juga akan menginstal ekstensi pada Chrome yang mengeksploitasi AdBlock.

malware
[email protected]

Virus menginstal AdBlok itu untuk dapat menyisipkan iklan pada halaman pencarian Google dan Yahoo dan mengeklik iklan lain secara otomatis sehingga keuntungan siber pun semakin besar. Meski tehnik GitHub tak umum, namun ada kelebihan yang didapatkan oleh penjahat siber seperti hosting yang gratis dan bandwidth yang tak terbatas serata tingkat kecurigaan aplikasi virus yang cukup rendah.

Baca juga :  Gawat! Malware Berbahaya Ini Bisa Baca WhatsApp Hingga Ambil Foto Pribadimu Lho

Sementara itu salah satu kejelian dari malware penambag mata uang crypto yang ditemukan di GitHub sendiri yakni virus berusaha membuat kecurigaan padakorban. Hal itu dilakukan dengan mengatur maksimal penggunaan CPU menjadi 50 persen. Sedangkan umunya, maware tipe ini akan membuat penggunaan COU hingga 100 persen dan membuat kinerja komputer menjadi lambat, sehingga korban pun mencurigai komputernya terinfeksi malware.

Sedangkan cara lain menghindari pendeteksian dari antivirus yakni dengan certificate pada file malware. Akan tetapi cara ini tidak akan berlaku pada Avast karena hanya akan mempermudah untuk mendeteksi malware baru. Negara yang berhasil menjadi target serangan malware berdasarkan tingkat penginfeksian tertinggi diantaranya Venezuela, Indonesia, Mesir, India, Pakistan, Aljazair, Thailand, Peru, Turki dan Maroko.

Baca juga : Bikin Korbannya Panas Dingin, Ini Dia 4 Jenis Malware Berbahaya