Boleh Masuk Pesawat, Tapi Kenapa Aturan Powerbank Dalam Wh Bukan mAh?

0
451
powerbank
[email protected]

Kemenhub Berikan Aturan Powerbank Masuk Pesawat dalam Satuan Wh Bukan mAh, Kenapa?

Eratekno.com – Para penumpang pesawat tentu selalu membawa smartphone mereka ketika dalam penerbangan dan untuk berjaga-jaga tak jarang mereka pun membawa alat pengisian baterai yakni powerbank. Namun penumpang perlu tahu kapasitas daya perangkat yang dibawanya tersebut ketika hendak naik pesawat.

Ternyata terdapat rumus yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungna (Kemenhub) untuk menghitung daya dalam satuan watt-hour (Wh). Seperti kita ketahui jika Kemenhub sendiri sebelumnya telah mengeluarkan aturan mengenai powerbank yang diperbolehkan masuk ke dalam pesawat melalui SE Keselamatan Nomor 015 Tahun 2018.

Baca juga :  Wajib Baca, Inilah Kriteria Powerbank yang Boleh Dibawa Masuk Pesawat !

Namun meskipun diperbolehkan, powerbank yang dibawa memiliki batasan kapasitas daya. Perangkat pengisian daya baterai yang diperbolehkan masuk ke pesawat yakni yang mempunyai daya per jam (Wh) tidak lebih dari 1000 Wh. Sedangkan perangkat pengisian baterai smartphone yang memiliki daya per jam lebih dari 100 Wh dan tak lebih dari 160 Wh bisa tetap masuk ke pesawat, namun dengan syarat tertentu.

Perangkat tersebut harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang. Sedangkan untuk powerbank yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh, Kemenhub pun memberikan panduan rumus untuk memperoleh jumlah Wh.

Powerbank
copyright©clasohlson

Akan tetapi apa yang diterangkan tersebut ternyata membingungkan sebagia orang. Apalagi jika dilihat saat ini rata-rata powerbank mencantumkan angka dalam miliamphere (mAh) sebagai standart satuannya. Mengenai hal ini juga ditanggapi langsung oleh Pengamat gadget Lucky Sebastian.

Dia membenarkan jika standart penulisan kapasitas powerbank menggunakan mAh dan itu sama seperti baterai yang ada di smartphone. Dikatakan jika pda peralatan pengisian baterai standart internasional, umumnya kapasitas Wh juga dicantumkan dengan tulisan lebih kecil.

‘Pada umumnya memang mAh dan tak semua powerbank mencantumkan Wh. Namun powerbank berstandart internasional selalu ada Wh sebagai satuan ukur’ ujarya saat ditemui Selasa, 13 Maret 2018.

Baca juga : Hebatnya Powerbank 16.000 mAh, Bisa Disi Penuh dengan Waktu 1,5 Jam Saja Lho!

Lalu mengapa powerbank untuk penerbangan disebut dalam satuan Wh? Dijelaskan oleh Lucky jika hal ini dikarenakan tidak semua baterai memiliki voltage yang sama. Voltage antara perangkat mulaia dari laptop, powerbank, kamera, baterai AA dan lain sebagianya berbeda-beda. Standart mAh pun juga berbeda-beda setiap baterai dan itu tergantung dari voltagenya.

Lucky menambahkan, dengan begitu standart Wh sendiri didapat dari rumus Wh=Ah x V. Jika powerbank hanya mencantumkan satuan mAh, maka untuk mengetahui angka dalam Wh, terlebih dahulu angka dalam satuan mAh dibagi 1.000 untuk mendapatkan satuan dalam Ah, baru kemudian dikali V. Misalnya, kapasitas powerbank tercantum 10.000 mAh. Maka jumlah dayanya dalam satuan Ah yakni 10.000: 1000 = 10 Ah. Angka ini kemudian dikalikan dengan voltagenya (biasanya dicantumkan di samping angka mAh yang ditulis lebih kecil). Contoh, voltagenya ialah 3,86 V. Maka, Wh = 10 Ah x 3,86 V = 38,5 Wh.

Baca juga :  Benarkah, Saat Gunakan Smartphone Dicas Powerbank Berbahaya ?