Penjualan Smartphone China Menurun Untuk Pertama Kalinya, Kok Bisa?

0
227
smartphone china
copyright©gadget

Pertama Sejak Sembilan Tahun Terakhir, Penjualan Smartphone China Menurun

Eratekno.com – Seperti kita ketahui jika industri smartphone China selama ini dikenal paling besar pertumbuhannya. Dikenal dengan pertumbuhan masih dari tahun ke tahun, smartphone produksi negeri Tirai Bambu tahun 2017 justru mencatatkan sejarah baru.

Pasar china untuk peratama kalinya sejak beberapa tahun terakhir tepatnya sejak tahun 2009 menurun penjualannya. Laporan didapat dari fimra riset IDC yakni menunjukkan jika pengapalan smartphone di negara dengan penduduk terbesar didunia itu menurun 15,7 persen pada kuartal IV-2017.

Baca juga : Apple Bakal Luncurakan Perangkat Baru Bulan Depan, Akankah iPhone Baru?

Dengan kejadian tersebut menjadikan sejarah baru dalam sembilan tahun terakhir. Jika ditotal sepanjang 2017, penurunan penjualan smartphone China tercatat mencapai 4,9 persen dibandingkan dengan tahun 2016. Mengenai hal ini juga disampaikan oleh reserch manager untuk IDR Asia-pasifik, Tay Xiaohan.

Menurutnya para vendor kurang berinovasi sepanjang tahun 2017, padahal jika diamati pasar sudah cukup matang untuk menuntut kemampuan lebih dari sebuah smartphone. ‘Tak ada inovasi, lini-lini baru hanya membawa pembaruan minor. Hal itu mengakibatkan konsumen tak tergerak untuk membelinya‘ ujarnya.

smartphone china
copyright©teknokompas

Dari analisis yang didapatkan, angkanya menunjukan jika masyoritas pemain lima besar di pasar smartphone di negara China sebenarnya masih menunjukan pertumbuhan penjualan. Salah satunya Huawei, perusahaan smartphone ternama ini berada di peringkat pertama dengan pengapalan 90,9 juta unit smartphone sepanjang tahun 2017. Jumlah tersebut menujukan pertubuhan sekitar 18,6 persen dari tahun 2016.

Kemudian dibawah Huawei ada Oppo dan Xiaomi yang membuntuti diposisi kedua dan keempat. Kedua vendor smartphone tersebut berhasil mencatatkan penjualan masing-masing 80,5 juta unit dan 55,1 juta unit sepanjang tahun 2017. Jika dilihat keduanya mencatatkan pertumbuhan mencapai 2,7 persen dan 32 persen.

Selanjutnya ada vendor Vivo dan Apple yang berhasil menempati posisi ketiga dan kelima. nampak penjualan dari keduanya sendiri mengalami penurunan yakni masing-masing menjualkan 68,8 juta unit dan 41,1 juta unit sepanjang tahun 2017. Dari jumlah tersebut menunjukkan jika kedua vendor mengalami penurunan penjualan yakni 0,8 persen dan 8,3 persen.

Baca juga : Hati-Hati Dalam Memilih, Ini Dia Daftar Smartphone yang Paling Banyak Dipalsukan

Sedangkan dilain sisi, pemain-pemain kecil yang masuk dalam kategori ‘others’ justru jatuh paling dalam yakni dengan penurunna penjualan mencapai 31 persen. ‘Pemain lima besar menumbuhkan pangsa pasarnya, sedangkan untuk pemain-pemain kecil justru terus tersungkur berdarah-darah’ ujar Tay Xiaohan.

Melihat kondisi tersebut, Dia pun memprediksi jika tahun depan para pemain yang menempati lima besar di China akan lebih gencar menyentuh pasar menengah ke atas. Mereka akan meningkatkan melalui smartphone dengan harga di aats 200 dollar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 2,7 jutaan. Dilakukannya hal ini guna mengakomodasi pasar yang telah mapan dan tidak selalu tergiur dengan smartphone harga terjangkau.

Baca juga : Asyik.. Lebih Cantik, Varian Baru LG V30 Plus Rasberry Rose Siap Hadir di Tanah Air Lho!