Seru Nih, Smartphone Black Market Diblokir di Indonesia, Kenapa?

0
2416
smartphone
copyright©technookezone

Smartphone Ilegal Alias ‘Black Market’ Diblokir di Indonesi, Ini Alasannya!

Eratekno.com – Kali ini pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengaha mengembangkan sistem validasi IMEI (International Mobile Equipment Identy). Sistem ini diadakan untuk memerangi peredaran smartphone black market alias ponsel ilegal di Tanah Air.

IMEI sendiri akan melekat pada setipa smartphone sebagai identitas yang unik untuk masing-masing perangkatnya. Bentuk dari sistem ini berupa deretan nomor sepanjang 15 digit. Nomor itulah yang dugunakan sebagai ID pada saat tersambung ke jaringan seluler.

Baca juga : Wajib Tau, Ini Nih 6 Tips Pilih Smartphone yang Paling Pas Buat Anda

Dengan melalui sistem validasi ini memudahkan pelacakan status sebuah ponsel yang ada di Indonesia. Ponsel akan dilacak dan dapat diketahui apakah ponsel dijual secara resmi atau tidak. Apabila didapati tidak terdaftar, maka dipastikan jika perangkat tersebut merupakan smartphone back market.

Selain itu pada beberapa waktu lalu, Kemenperin menyebut jika ponsel ilegal tak dapat digunakan di Indonesia. Akan tetapi ternyata hal ini tak membuat ponsel ilegal yang sudah beredar di konsumen akan diblokir dari jaringan operator seluler melalui sertifikasi IMEI. Mengenai hal ini juga diungkapkan langsung oleh Achmad Rodjih A selaku Direktur Industri Elektronik dan ICT Kemenperin.

smartphone
copyright©technookezone

Menurutnya, mekanisme pemblokiran sendiri berada di tangan operator seluler di bawah Kementeria Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sedangkan Kemenperin sendiri dalam hal ini hanya berperan sebagai sarana sistem validsi untuk Kemenkominfo. ‘Kami lakukan kerjasama dengan Kemenkmifo dan kami serahkan ke mereka. Untuk pendaftaran IMEI ke kami, tapi untuk hubungan dengan operator kami serahkan ke Kemenkominfo’ ujarnya.

Untuk pemblokiran smartphone ilegal exiting yang telah berada di tangan konsumen, menurut Rodjih belum bisa dipastikan dilakukana atau tidak. Dikatakan demikian karena ada kekhawatiran merugikan untuk pemilik perangkat yang bersangkutan. Dengan ini, Kemenperin bersama dengan Kemenkominfo serta Kementerian Perdagangan berencana membuat regulasi baru mengenai tindakan yang akan dilakukan terhadap ponsel ilegal berdasarkan validasi IMEI.

Namun meskipun demikian, Rodjih mengaku belum dapat membeberkan mengenai poin-poin yang tercantum didalamnya kelak. Sistem validasi IEI untuk smartphone black market sendiri ada tiga tahap. Pertama yakni penandatangan nota kesepahaman dengan Qualcomm selaku salah satu pelaku industri dan rekannya penyedia infrastruktur pada pertengahan tahun lalu.

Baca juga : Smartphone Anda Lolos Black Market (BM) Belum? Ini Dia Cara Mengeceknya

Sementara itu yang kedua yakni proses konsolidasi data IMEI melalui sinkronisasi data antara Kemenperin dengan GSM association (GSMA) sebagai penyedia dan penyimpan database IMEI ponsel-ponsel yang beredar. Konsoldasi IMEI sendiri akan ditargetkan selesai pada April 2018 dan dapat diakses secara online oleh masyarakat untuk memeriksa nomor IMEI.

Kemudian tahap ketiga akan dilakukan jika konsolidasi selesai serta telah dipastikan sistem dapat berjalan dengan baik. Dimaskudkan, perumusan regulasi terhadap ponsel ilegal berdasarkan IMEI serta melibatkan ketiga kementerian yang tadi.

Baca juga : Sstt… Ini Nih 5 Cara Aman Beli Smartphone Black Market di Batam