Snowden Bikin Ponsel Android Jadi “Mata-mata” !

0
258
Edward-Snowden
[email protected]

Aplikasi Buatan Snowden Bikin Ponsel Android Jadi “Mata-mata” !

Eratekno.com – Ada berita terbaru, kali ini seorang mantan pegawai Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) yang saat ini menjadi buronan Amerika Serikat, Edward Snowden, seseorang yang membuat sebuah aplikasi baru yang dijuluki dengan “Haven”.

Kabarnya, aplikasi tersebut dapat merubah smartphone Android untuk menjadi “mata-mata” untuk melawan pembajakan.

Baca Juga : Jempolan, Ini Pilihan Aplikasi Screen Recorder Android Terbaik Untuk Gamers dan Youtubers!

Pengoperasiannya yakni seperti sistem pengawasan atau biasa disebut dengan surveillance system, yang menggunakan fitur dari kamera smartphone,

perekam audio dan sensor akselerometer, yang dapat mendeteksi pergerakan yang mencurigakan dari oknum-oknum yang jahil.

spy
[email protected]

Misalnya contoh kasus, Anda meletakkan smartphone Android lalu mengaktifkan Haven. Kemudian anda menempatkan smartphone Android tersebut disebelah laptop yang mana terdapat data penting anda.

Apabila ada orang lain yang mendekati laptop tersebut yang hendak meretasnya, Haven akan secara otomatis mendeteksi gerakan, menjepret dan merekam audionya.

Lalu bukti-bukti tersebut akan dikirim melalui SMS, aplikasi pesan singkat “Signal”, atau situs dengan basis Tor.

Sang penemu Edward Snowden yang tidak sendirian kala mengembangkan aplikasi Haven. Ia yang telah bekerja sama dengan sebuah komunitas yang sama-sama peduli pada keamanan privasi, yaitu Guardian Project dan Freedom of The Press.

Mereka bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang optimal, yang ingin agar smartphone Android juga dapat sebagai perpanjangan mata dan telinga masyarakat demi menjaga

barang-barang berharga, atau data-data penting dari pengguna, seperti yang dihimpun oleh media awak, Kamis (28/12/2017), dari Techcrunch.

Baca Juga : Terbaik, Ini 5 Aplikasi GPS Android Selain Google Maps!

Aplikasi Haven yang secara khusus lebih mengarah ke pencegahan pembajakan yang dapat dilakukan secara langsung. Edward Snowden dan juga rekan se-Timnya menyadari jika

perangkat dengan teknologi yang mengusung sebuah enkripsi kuat tetap akan lemah apabila peretasan dilakukan secara fisik, yang mana peretas langsung membuka laptop korban serta melakukan hal-hal seenak dia atau istilahnya “evil maid”.

Seorang anggita dari Freedom of The Press yang turut membantu menguji Haven, Micah Lee, mengakuui aplikasi tersebut masih mempunyai kelemahan.

Namun ada beberapa tantangannya menyangkut akses internet yang konstan untuk notifikasi, demi menjaga agar baterai tidak boros serta mereduksi false alarm.

Baca Juga : Merasakan Keseruan Bernyanyi dengan 5 Aplikasi Karaoke Terbaik Ini!