Pemuda India Tewas Karena Hoax WhatsApp

0
419
whatsapp
[email protected]

Karena Hoax WhatsApp, Pemuda India Tewas

Eratekno.com – Kasus Hoax di India nampaknya masih belum juga kelar. Polisi India menangkap 25 orang setelah pemuda terbunuh ileh massa yang mengamuk lantaran mencurigai lelaki itu sebagai penculi anak.

Baca Juga: Fakta Soal WhatsApp yang Harus Kamu Ketahui

Rumor tentang penculik anak ini memang sedang marak-maraknya di India. Berita ini tersebar dengan bebas melalui WhatsApp dan telah menewaskan juga melukai beberapa warga sebab korban main hakim sendiri yang diselimuti kecurigaan.

Sebanyak 25 orang itu ditahan pada Minggu 16 Juli atas pembunuhan Mohammad Azam, Pria berusia 27 tahun yang diserang bersama dengan kdua temannya oleh massa berisi 2000 orang. Meski nasibnya tidak se-nass Azam, kedua temannya terluka cukup parah.

Ironisnya, penyerangan ini terjadi hanya sehari setelah WhatsApp mempublikasikan iklan di koran India berisi berbagai tips untuk menghadang tersebarnya berita palsu di platform milik Facebook tersebut.

Baca Juga: Nokia 8110 “Pisang” Bakalan Kebagian WhatsApp Lho

Dikutip detikINET dari The Guardian, Selasa (17/7/2018), lebih dari 20 orang di India telah menjadi korban main hakim sendiri akibat dituduh menjadi penculik selama dua bulan terakhir.

Menurut polisi setempat, azam dan kedua temannya sedang pulang dari luar kota. Oleh karena itu mereka menawarkan coklat untuk anak-anak lokal. Perbuatan itulah yang memicu kecurigaan warga setempat kepada mereka.

Ketika mereka sedang membagikan coklat, salah satu dari anak-anak itu menangis. Mendengar tangisan itu, orang dewasa di sekitar sana langsung menuduh ketiga lelaki itu sebagai penculik. Memang rumor tentang penculikan anak sedang marak-maraknya di desa itu.

Polisi berkata, ketiga lelaki itu berhasil melarikan diri, tapi malah diserang oleh massa yang lebih besar pada jarak beberapa kilometer kemudian, disebabkan warga lokal memperingati desa-desa sekitar perihal ketiga ‘penculik’ ini melalui WhatsApp.

Baca Juga: WhatsApp Sedang Uji Coba Fitur Penangkis Link Mencurigakan