Ratusan Akun dan Grup Telah Di Tutup Pihak Facebook, Ada Apa?

    0
    227
    Copyright©NYMag

    Ratusan Akun dan Grup di Facebook Dianggap Menyimpang

    Eratekno.com – Perusahaan sosial media terbesar didunia yakni Facebook, baru-baru ini telah menindak beberapa akun palsu yang mereka anggap bermasalah. Hal ini menjadi upaya dari raksasa sosial media tersebut guna menutup beragam akun yang dianggap menyimpang dari peraturan Facebook.

    Dikutip dari laman Liputan 6, ada lebih dari 650 akun dan grup Facebook yang mereka identifikasi memiliki aktifitas tak wajar. Setelah dilakukan penyelidikan, pihak Facebook telah menemukan akun tersebut tenyata terafiliasi dengan sebuah kampanye yang berasal dari Rusia dan iran.

    Baca juga: Wow, Inilah 5 Postingan yang Sering Bikin ‘Tegang’ di Facebook

    “Kami melarang perilaku semacam ini karena ingin orang-orang (pengguna) dapat mempercayai koneksi yang mereka lakukan,” kata pihak Facebook dikutip dari laman Facebook.

    Copyright©NYMag

    Meskipun pihaknya kini sedang melakukan investigasi lebih dalam lagi, namun Facebook menyebut jika kampanye ini menargetkan para pengguna layanan internet yang berada di kawasan Timur Tengah, Inggris, Amerika Latin, dan juga Amerika Serikat.

    Baca juga: Segera Dijual di Indonesia, inilah Harga Asus Zenfone Z5

    Keputusan yang diambil oleh pihak Facebook dalam memberantas berbagai akun semacam ini tentu tidak terlepas dari petunjuk firma keamanan siber FirEye. Nah semua berawal dari laporan ditemukannya sejumlah akun yang ternyata sedang melakukan promosi propaganda Iran dan juga terhubung dengan pemerintah negara tersebut.

    Setelah dilakukan penelusuran, rupanya tindakan yang sama juga banyak terjadi di Rusia. Namun perusahaan Facebook menyebut jika tidak ada hubungan antara akun yang terafiliasi dengan Iran maupun Rusia.

    Perusahaan Facebook juga mengatakan, jika mereka telah menghapus akun yang disebut sebagai bagian dari intelijen Militer Rusia setelah sebelumnya berhasil dikenali oleh pemerintah Amerika Serikat. Dan usai penutupan beberapa akun tersebut, pihak Facebook juga telah membagi hasil investigasi mereka dengan para pemerintah Inggis dan juga Amerika Serikat.

    Baca juga: Keren, Facebook Kembangkan Teknologi AI Untuk Deteksi Penyakit Dalam