Kalahkan Samsung, Sekarang Huawei Yang Jadi Raja

369
Kalahkan Samsung, Sekarang Huawei Yang Jadi Raja
Copyright@tribunnews.com

Eratekno Huawei secara mengejutkan berhasil mengalahkan Samsung dan menjadi vendor smartphone no1 di dunia.

Walaupun sebelumnya AS sempat berusaha menghambat perkembangan Huawei melalui sanksi-sanksi yang diberikan, tapi nyatanya Huawei tetap dapat mengalahkan Samsung dan berhasil menjadi vendor smartphone no1 di dunia.

Menurut riset yang dilakukan oleh Canalys, mulai April hingga Juni 2020 Huawei telah menjual lebih dari 55,8 juta unit smartphone, sebenarnya jumlah penjualan ini turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan Samsung pada kuartal II 2020 ini samsung menjual sekitar 53,7 juta unit smartphone. penurunan penjualan yang cukup signifikan dialami oleh Samsung yaitu sebesar 30% jika dibandingkan jumlah penjualan di periode yang sama pada tahun lalu.

Menurut Canalys, sebenarnya faktor keberhasilan Huawei tersebut tak lepas dari pengaruh pandemi Covid-19 serta dukungan dari rakyat China itu sendiri.

Dalam beberapa bulan terakhir perekonomian Negara China yang merupakan pangsa pasar utama Huawei dilaporkan telah kembali normal, sehingga 70% smartphone yang dibuat oleh Huawei laku terjual di china daratan.

Di lain sisi pemberlakuan lockdown di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Brasil, dan negara-negara Eropa lainnya membuat situasi menjadi lebih sulit, secara tidak langsung hal juga mempengaruhi penjualan Samsung pada kuartal II tahun ini.

Namun perlu diingat jika keberhasilan Huawei saat ini hanyalah keberhasilan jangka pendek, karena jika negara-negara yang menjadi pangsa pasar Samsung telah pulih dari masa pandemi Covid-19 bukan tidak mungkin jika Samsung akan kembali merebut gelarnya dari Huawei.

Kekuatan di China saja masih belum cukup untuk menopang Huawei sebagai pemimpin, begitu perekonomian global berangsur pulih” kata Mo Jia dari Canalys.

Terlebih lagi sejak 2019 Amerika Serikat telah melarang perusahaan-perusahaannya untuk melakukan bisnis bersama Huawei, kebijakan ini sedikit banyak juga akan berimbas pada bisnis smartphone milik Huawei.

Baca Juga: Kode Huawei Pengen Balikan dengan Google ?