Aduh,, Ajakan #deletefacebook Kian Marak di Media Sosial !

0
363
[email protected]

Ajakan #deletefacebook Makin Menggema di Media Sosial !

Eratekno.com – Memang, media sosial terbesar besutan Mark Zuckerberg yakni Facebook yang digunakan banyak orang. Bukan Cuma tersedia dalam versi PC desktop, namun layanan ini juga tersedia dalam versi mobile yang dapat memudahkan penggunanya untuk bersosialisasi dengan banyak orang. Dengan besarnya layanan tersebut, yang membuat Facebook merupakan perusahaan yang gemar untuk mengakuisisi banyak startup.

Baca Juga : Terpuruk, Akankah Facebook Bakal Bernasib Seperti MySpace dan Friendster?

Yang paling mencengangkan, saat Facebook yang mengakuisisi aplikasi pesan instant yakni WhatsApp pada tahun 2014 lalu. Tak main-main, Facebook yang menggelontorkan dananya sebesar US16 miliar. Tetapi, ditahun ini Facebook yang terkait skandal, diperkirakan Facebook membocorkan data pengguna yang tersimpan di server mereka.

[email protected]

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya yang diduga ada sebanyak 50 juta data pengguna yang bocor. Dimana skandal privasi tersebut yang ada kaitannya dengan pemenangan Donald Trump yang menjadi Presiden Amerika Serikat. Di bali skandal ini, sebetulnya ada keterlibatan lain yakni Cambridge Analytics dan seorang akademisi Cambridge University, Aleksandr Kogan.

Yang diperkirakan merekalah yang telah membocorkan data pengguna yang diambil dari Facebook guna mempnegaruhi hasil pilpres Amerika Serikat pada tahun 2016 yang lalu. Jika melihat permasalahan mengenai privasi data pengguna, yang juga tidak kalah ramai yakni mengenai ajakan untuk menghapus Facebook.

Baca Juga : Khawatir Data Facebook Disalahgunakan? Begini Cara Melindunginya !

Dimana ajakan tersebut yang makin hari kian menguat setelah Brian Action merupakan salah satu pendiri WhatsAPp yang berkicau melalui akun Twitter miliknya. Yang berkicau singkat, Action hanya menuliskan “it is time” dengan hashtag #deletefacebook. Sudah pasti, ajakan tersebut yang keluar dari tulisan Acton yang tak dapat dianggap remeh.

Dimana para follower-nya yang juga menyatakan hal yang sama. Mereka yang mengungkapkan juga tidak ingin lagi menggunakan Facebook sebab mereka khawatir mengenai privasi data yang dimilikinya. Melihat hal tersebut, apakah Mark Zuckerberg berdiam diri? Setelah cukup lama, bos Facebook tersebut yang akhirnya buka suara.

Melalui akun Facebook besutannya, Zuckerberg yang menjelaskan secara detail mengenai permasalahan yang ada. Pada dasarnya Zuckerberg yang menegaskan jika Facebook sebetulnya telah melakukan sejumlah pencegahan demi melindungi data penggunanya.

Baca Juga : Terkait Kebocoran Data, Pengguna Bakal Tinggalkan Facebook ?