Alasan Bos Telegram Minta Pengguna Hapus WhatsApp Saja, Apa Pendapatmu?

0
108
Copyright©Jalantikus

WhatsApp Dinilai Tidak Bisa Jaga Privasi Pengguna

Eratekno.com – Pavel Durov, selaku pendiri dari aplikasi Telegram memang sejak dulu kurang suka dengan WhatsApp. Pria asal Rusia tersebut sering kali melontarkan berbagai kritikan tajam pada aplikasi rivalnya tersebut.

Tentu kita ingat, pada bulan November 2019 lalu Pavel Durov telah menuliskan dalam blog yang menyarankan pengguna untuk WhatsApp karena banyak masalah keamanan pada aplikasi tersebut.

Baca juga; Keistimewaan Tentang Fitur Sidik Jari di WhatsApp yang Wajib Kamu Tahu!

Hal ini menyusul dengan adanya kabar Spyware dari perusahaan asal Israel, NSO Group, bisa menginfeksi WhatsApp serta membobol data didalamnya cukup dengan melakukan pangglan telepon, bahkan pengguna pun tanpa mengangkatnya.

Copyright©Jalantikus

“Kecuali Anda tak masalah semua foto dan pesan Anda terbuka untuk publik suatu hari, Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel Anda,” cetus Durov

Baca juga; Pengguna WhatsApp di iPhone Akhirnya Dapatkan Fitur Dark Mode!

Durov menyebut, jika WhatsApp ini layaknya ‘Kuda Troya’ yang bisa dimanfaatkan untuk memata-matai foto dan juga user pengguna. Dan ia juga melontarkan rasa tidak percayanya pada sang induk dari aplikasi tersebut yakni Facebook.

“Facebook telah menjadi bagian dari program pengintaian jauh sebelum mereka mengakuisisi WhatsApp. Naif berpikir bahwa perusahaan ini akan mengubah kebijakan setelah akuisisi,”Lanjut Durov.

Ia pun juga heran kenapa WhatsApp selalu bermasalah dengan kasus keamanan, sementara aplikasi Telegram miliknya tidak pernah. Padahal Telegram ini termasuk aplikasi yang mirip dengan WhatsApp soal kerumitan.

Durov pun menuding, jika adnaya celah keamanan yang terus muncul pada aplikasi WhatsApp ini merupakan akibat dari kompromi antar pihak Facebook dengan pemerintah maupun  dengan lembaga intelijen.

WhatsApp selalu mengklaim jika layanan miliknya itu aman karena adanya penyandian enkripsi end to end, dimana pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima saja. Namun Durov menilai jika telnologi tersebut tidak sepenuhnya bisa melindungi privasi dari pengguna. Dan ia pun menuding jika adanya backdoor di WhatsApp yang seringkali dimanfaatkan oleh aparat.

Baca juga; Fitur Berguna di WhatsApp Ini Ternyata Telah Dihapus, Kenapa YA?