Benarkah Go-Jek Bakal Jual Saham di Bursa Efek Indonesia ?

0
264
[email protected]

Tampaknya Go-Jek Bakal Jual Saham di Bursa Efek Indonesia ?

Eratekno.com – Di awal pekan ini, manajemen perusahaan ojek online yang berbasis aplikasi, Go-Jek yang bakal menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta dalam rangka memenuhi undangan dari Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

Baca Juga : Wajib Coba! Berikut 5 Cara Melindungi Saldo Go-Pay pada Akun Go-Jek Dari Penipuan

BEI yang mengundang Go-Jek dengan adanya sebuah rencana tentang penawaran perdana saham kepada publik (initial public offering, IPO) dari startup unicorn tersebut. dalam pertemuan diantar kedua pihak, Go-Jek yang bertanya beberapa hal mengenai IPO.

Go-Jek
copyright©fokus islam

Tito yang menjelaskan jika GO-Jek yang menanyakan tentang aturan listing untuk perusahaan yang rugi dan dijawab jika perusahaan yang terbilang rugi boleh mencatatkan diri di bursa asalkan sudah beroperasi lebih dari setahun.

“Go-Jek juga tanya apakah boleh memiliki dua jenis saham. BEI mengatakan boleh, seperti BUMN punya golden share,” ujar Tito. Menurut dia, Go-Jek berkeinginan bisa tetap dimiliki oleh Indonesia jika memungkinkan.

Baca Juga : Dapat Kucuran Dana dari Google, Go-Jek Bakal Kembangkan AI dan Machine Learning !

Sementara pertanyaan lain dari GoJek yakni tentang dokumen-dokumen apa saja yang perlu diserahkan saat IPO. Tito yang juga memberitahukan tentang Go-Jek supaya memberikan pandangan mengenai proyeksi perusahaan hingga lima tahun ke depan.

Andre Soelisyti, Presiden PT Aplikasi Anak Bangsa (Go-Jek) yang memperkitakan pihaknya bakal mencatatkan diri sebagai perusahaan terbuka di Indonesia melalui IPO.

Eventually kami harus IPO,” ujarnya kepada Kontan, sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Selasa (6/3/2018). namun untuk sekarang Go-Jek yang telah melakukan persiapan terhadap perusahaannya. Sebelum menunjuk penjamin untuk melakukan pelaksanaan emisi untuk aksi korporasi tersebut.

Andre yang juga menyatakan jika Go-Jek perlu pertimbangan skema dual listing di negara yang mengerti kebutuhan dari perusahaan yang berada di negara berkembang yakni GO-Jek.

Dengan mencatatkan diri di bursa efek Jakarta, Go-Jek yang memiliki harapan kelak sahammnya dapat dimiliki oleh warga Jakarta, termasuk oleh para rekanan driver. Sedangkan untuk skema dual-listing, dimana para investor asing yang dapat membeli saham Go-Jek.

Namun, GO-Jek yang belum melakukan IPO tahun ini, hanya sebatas penawaran saham yang masih belum diketahiu.

Baca Juga : Coba Bandingkan Google Maps dengan Waze, Mana yang Terbaik ?