Chipset ReefShark Diluncurkan Nokia Untuk Mendukung Jaringan 5G, Seperti Apa?

0
373
ReefShark
copyright©tekno

Nokia Kenalkan ReefShark, Chipset Untuk Jaringan 5G

Eratekno.com – Kali ini sepetinya vendor smartphone kenamaan Nokia tak ingin kalah dengan vendor lainnya. Nokia baru-baru ini meluncurkan chipset ReefShark yang memanfaatkan keahlian internal teknologi silikon.

Teknologi tersebut secara dramatis mengurangi ukuran, biaya dan konsumsi daya jaringan operator serta memenuhi persyaratan komputasi dan jaringan radio 5G. Diberikanya teknologi ini yakni dengan mengkombinasikan artificial intelligent (AI) Nokia Labs serta kemampuan besar Nokia ke dalam pengembangan antena untuk perangkat mobile dan base station.

ReefShark sendiri memanfaatkan silikon yang dikembangkan oleh Nokia di Oluu, Espoo dan Tampere, Finlandia serta Sunnyvale, California. Chipset ini untuk frekuensi radio (RF) yakni radio yang digunakan di antena dan secara signifikan akan meningkatkan kinerjanya. Hal ini juga bisa mengurangi separuh dari ukuran antena massive MIMO.

Baca juga : Jangan Lewatkan! Smartfren Bakal Maksimalkan Pengalaman Game MOBA dengan Internet Kecepat

Selain itu chipset tersebut juga mengurangi daya di unit baseband sebesar 64 persen jika dibandingkan dengan unit yang digunakan ini. Sedangkan kapasitas komputasi disediakan sebagai unit plug-in untuk modul baseband Nokia AirScale yang tersedia secara komersial. AirScale dapat ditingkatkan fungsinya menjadi 5G secara software yakni dari 28 Gbps yang sudah memimpin saat ini menjadi 84 Gbps per modul.

ReefShark
copyright©teknologi

Kemudia chaining module baseband AirScale mendukung throughput stasiun base hingga 6 terabit per detik. Dengan kemampuan itu akan memungkinkan operator memenuhi permintaan densifikasi yang semakin meningkat serta mendukung kebutuhan besar dari masyarakat dan juga perangkat di kota-kota besar akan broad band seluler yang ditingkatkan.

Teknologi AI sendiri dalam jaringan 5G akan memungkinkan pemantauan secara real-time dan optimimalisasi radio. Selaian itu juga kemampuan untuk menerapkan teknik seperti network slicing guna memenuhi tuntutan tingkat layanan dari bisnis baru. Teknologi ini dikembangkan oleh Nokia dengan anatarmuka umum dan toolkit.

Baca juga : Layaknya Selongsong Peluru Pistol Revolver, Ini Dia Sketsa Nokia 10 Lima Kamera

Dengan begitu memungkinkan penyedia layanan menerapkan aplikasi pembelajaran mesin machine learning di jaringan mereka. Nokia juga bekerjasmaa dengan 30 operator yang mengggunakan ReffShark dan akan menambahkan penggelaranya di lapangan selama kuartal ketiga tahun 2018.

‘Dengan menghadirkan ReefShark, Nokia menciptakan keunggulan kompetitif yang jelas dan kombinasi kekuatan, kecerdasan seta efisiensi yang menjadikannya ideal untuk berada di jantung jaringan 5G‘ ungkap Henri Tervonen, CTO, Nokia Mobile Networks dan head R&D Foundation.

Baca juga : Ini Harga Samsung Galaxy XCover 4, Smartphone Tahan Banting Super Tangguh