Diam-Diam Google Akuisisi Startup yang Ubah Layar Smartphone Jadi Speaker

0
971
Google
Copyright©Kompas

Akusisi Startup yang Ubah Layar Smartphone Jadi Speaker, Apa Keuntungan yang Didapat Google?

Eratekno.com – Baru-baru ini beredar kabar diam-diam Google mengakusisi startup Inggris bernama Redux. Informasi tersebut terungkap dari laporan Bloomberg belum lama ini.

Startup ini mengembangkan sebuah teknologi yang menggunakan getaran untuk mengubah permukaan smartphone atau tablet menjadi speaker. Yang artinya ponsel tak lagi memelurkan speaker kecil untuk mengeluarkan suara.

Ruang untuk speaker sendiri tentunya bisa di manfaatkan untuk komponen lainnya misalnya baterai. Berkat akusisi Google ini, situs Redux pun tak lagi berfungsi.

Akan tetapi tak jelas kapan tepatnya Google mengakusisi Redux, namun pengalihan saham perusahaan induk Redux ke Google telah di konfirmasi pada Desember 2017 lalu. Informasi yang di lansir dari Bloom berg menyebutkan kesepakatan berlangsung pada Agustus 2017 lalu.

Baca juga: Google Bakal Sertakan Penangkal Exploit Spectre di Update Terbaru

Juru bicara Google enggan memberikan tanggapannya terkait harga pembelian Redux atau rincian lainnya terkait akusisi. Lantas apa keuntungan yang di dapat Google atas akusisi Redux?

Seperti di ketahui Google sendiri saat ini juga merancang smartphone buatannya sendiri. Bakat dari Redux tentu dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan handset dengan suara yang lebih baik. Teknologi Redux juga mampu memberikan sentuhan pada permukaaan produk seperti layar.

Google sendiri belakangan ini memang tengah agresif mengembangkan produk touchscreen-nya terutama smartphone Pixel. Teknologi Redux dapat membuat Google merancang smartphone-nya lebih canggih ketimbang competitor seperti Samsung dan Apple.

Google Pixel XL JPG
Google Pixel dan Google Pixel XL

Baca juga: Google Wallet dan Android Pay Kolaborasi Jadi Google Pay !

Selain itu, hasil akusisi juga memiliki potensi keuntungan jangka panjangnya. Belum lama uni, Wired melaporkan bagaiman Google kemungkinan besar menggunakan audio untuk mentransfer data yang bisa saja merupakan bagian dari rencananya dengan Redux.

Lebih lanjut, Redux mengklaim pihaknya telah mendapat 178 paten dan lebih dari 50 paten yang masih dalam proses.

Namun sayangnya saat ini lama milik Redux sudah tidak aktif. Versi cache-nya mengungkap, perusahaan sebelumnya mengembangkan panel audio yang mengubah sebuah layar menjadi speaker. Redux juga mengembangkan teknologi bernama haptic feedback.

Haptic feedback sendiri memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai tugas pada smartphone dengan menerapkan tekanan berbeda ke layar.

    Baca juga Diblokir, eSports Jadi Pilihan Google Untuk Tembus Tiongkok