Fitur Dark Mode di WhatsApp Memang Bikin Nyaman Mata, Tapi …

0
598
Copyright©Techradar

Fitur Dark Mode di WhatsApp Masih Banyak Kekurangan?

Eratekno.com – Mode gelap atau dark mode beberapa waktu lalu telah secara resmi diluncurkan pada aplikasi WhatsApp versi beta, dan waktu peluncurannya secara global pun digadang-gadang tinggal menunggu waktu yang tepat saja.

Akan tetapi, disaat semua orang menantikan versi globalnya, mereka yang sudah menjajal fitur baru di WhatsApp ini telah memberikan kritik tentang fitur Dark Mode tersebut.  Ada apa ya?

Baca juga: Jangan Panik, Begini Trik Agar Grup WhatsApp Kamu Tak Bisa Diakses Sembarang Orang !

Salah satu jurnali teknologi dari Tech Radar bernama Cat Ellis mengatakan, jika dark mode di WhatsApp ini memang diakui bikin nyaman mata, terutama pada saat malam hari. Namun ia merasa jika dark mode yang ada di WhatsApp ini tidak terlalu gelap.

Copyright©Inetdetik

“Background utama aplikasi bukan hitam, tapi gelap kebiruan abu-abu. Itu memang bagus, tapi di layar Amoled, Anda ingin latar belakang yang benar-benar gelap sehingga tidak memakan daya baterai,” tulis Cat Ellis.

Baca juga: Meski Sering Jadi Bahan Hack, Bukti WhatsApp Jadi Aplikasi Paling Laris Didunia!

Ia juga menambahkan mengenai tulisan pesan berwarna putih didalam mode gelap WhatsApp ini ternyata malah bikin mata lelah. Setelah itu, Bubble teks yang memiliki warna sangat mirip dengan background agak menyulitkan pengguna saat membaca pesan.

Satu lagi, dimana emoji yang ada didalam WhatsApp saat menerapkan dark mode ini masih tetap berwarna kuning, sehingga dinilai kurang sesuai dengan konsep dark mode. Karena ini masih versi beta, pastinya pihak WhatsApp bakal menerima masukkan dari para tester, dan mereka bakal masih melakukan perbaikan lagi.

“Dibuat bertahun-tahun, dark mode di WhatsApp buruk dalam banyak detail. Cobalah memasang wallpaper yang ada, yang tidak terlihat jelek dengan warna gelap itu. Dan benar-benar tidak ada opsi yang sungguh gelap,” cetus Fabian Nappenbach, pakar product marketing di Jerman, dikutip dari laman Inet.Detik.

Baca juga: Ada Larangan Pakai Aplikasi WhatsApp, Kenapa YA?