Google Mulai Kenakan Biaya Untuk Tiap Ponsel Android Baru

0
181
Copyright©droidlime

Setiap Ponsel Android Harus Bayar Rp 600 Ribu ke Google

Eratekno.com – Raksasa teknologi Alphabet Inc atau yang sering disebut dengan Google ini mulai menarik biaya untuk setiap Ponsel Android yang dijual di Eropa. Hal ini dikarenakan munculnya peraturan baru di Eropa terkait monopoli. Dengan adanya peraturan baru ini sehingga produsen perangkat Android di Eropa harus membayar sekitar US$ 40 atau setara dengan Rp 600 ribu ke Google atas lisensi aplikasi yang termasuk dalam paket Google Mobile Service (GMS), termasuk Google Play Store, Gmail, Browser Chrome serta Google Maps.

Baca Juga : Google Resmi Tutup Aplikasi Youtube Gaming

Sebagaimana yang dikutip dari The Verge bahwa biaya yang diberikan sesuai Negara dan jenis perangkatnya. “Biaya bervariasi tergantung negara dan jenis perangkat. Ini akan berlaku untuk perangkat yang diaktifkan pada atau setelah 1 Februari 2019,”. Akan tetapi, produsen Ponsel Android bisa saja tidak harus membayar biaya tersebut, karena Google menawarkan perjanjian terpisah untuk membayar lisensi tersebut, mungkin sebagian atau seluruhnya bagi perusahaan yang mau menempatkan Chrome dan aplikasi pencari Google di posisi yang strategis.

Copyright©iNews.id

Selain itu, Seperti yang kita ketahui dari Reuters, bahwa biaya paling rendah mencapai US$ 2,5 atau sekitar Rp 38 ribu. Sedangkan untuk perangkat dengan ukuran tinggi, maka produsen smartphone harus membayar US$ 20 atau senilai Rp 300 ribu. Terkait hal ini, Komisi Uni Eropa telah melarang Google untuk mewajibkan produsen smartphone menyematkan aplikasi GMS ke setiap perangkat Android, dan regulasi ini berlaku per akhir Oktober 2018 mendatang.

Alasan dibuatnya peraturan baru ini sendiri karena sebelumnya komisi Eropa telah menemukan fakta bahwa Google menyalahgunakan dominasi pasarnya dalam perangkat lunak dengan memaksa mitra Android untuk memasang Search dan Chrome di setiap perangkat, sehingga hal ini dinilai menjadi penghambat inovasi dan memutus peluang bagi produsen untuk menandatangani kesepakatan yang lebih baik dengan penyedia aplikasi lain. Nah, karena itulah, Google harus membayar denda hingga US$ 5 miliar atau senilai Rp 72 triliun pada bulan Juli 2018 lalu.

Baca Juga : Whatsapp Beri Peringatan Tentang Resiko Backup Data di Google Drive!