Hati-hati, Telegram versi Dekstop Bisa Tahu Lokasi Pengguna!

0
83
Copyright©Daily Express

Keamanan Privasi Pengguna Telegram Dekstop Masih Kurang Baik

Eratekno.com – Seorang peneliti bernama Dhiraj Mishra telah berhasil menemukan dan juga melaporkan soal keamanan yang dimiliki oleh aplikasi Telegram versi Desktop. Dimana penemuan ini memungkinkan pengguna bisa melihat alamat IP dari siapapun yang telah mereka hubungi.

Nah karena berhasil menemukan kerentanan yang dimiliki oleh Telegram, maka mereka pun memberikan Mishra hadiah sebesar 2000 euro atau setara Rp 35 jutaan. Dikutip dari laman Liputan6, namun masalah keamanan Telegram ini telah diperbaiki dalam versi terbaru.

Baca juga: Bocoran Fitur Baru WhatsApp Untuk Android, Sudah Coba?

Mishra mengatakan, jika keselahan program ini asalnya dari pengaturan standard dari Telegram, sehingga memungkinkan pengguna bisa melakukan panggilan via koneksi Peer-to peer nantinya.

Copyright©Daily Express

Nah  pada saat panggilan tersebut dilakukan, maka nantinya file log Telegram yang ada dalam mesin pemanggil bakal menunjukan alamat IP dari orang yang diajak telepon tadi. Nag bagi pengguna aplikasi Telegram di perangkat smartphone (android / iOS) bisa mematikan fitur ini, dengan menonaktifkan opsi P2P pada pengaturan Panggilan.

Baca juga: Jangan Baper Dulu, Ini Lho Makna Emoji Hati yang Ada di Whatsapp!

Nah dengan menonaktifkan fitur P2P ini, maka nantinya akan memaksa semua panggilan bakal dialihkan ke server Telegram, sehingga akan mengaburkan alamat IP dari penelepon maupun yang ditelepon.

Namun sayangnya, fitur tersebut tidak tersedia bagi pengguna Telegram versi dekstop. Maka dari itu, para pengguna yang melakukan panggilan telepon dengan menggunakan Telegram dekstop, alamat IP miliknya pun beresiko diketahui oleh pengguna lain.

Telegram ‘seharusnya’ aplikasi pesan yang aman, tetapi mereka memaksa pengguna untuk hanya menggunakan koneksi P2P saat melakukan panggilan, namun pengaturan ini juga dapat diubah dari ‘Pengaturan> Privasi dan keamanan> Panggilan> peer-to-peer’ ke opsi lain yang tersedia,” Kata Mishra dikutip dari laman Liputan6.

Karena hal tersebut, maka Mishra menganggap jika Telegram telah merusak kepercayaan publik karena telah membocorkan alamat IP pengguna ke publik, dan tidak diberikan fitur untuk mematikan P2P tersebut.

Baca juga: Waduh, Puluhan Juta Akun Facebook Dibobol, Cek Punyamu!