Jangan Ditunda, Inilah Risiko Registrasi Kartu SIM Saat Deadline!

0
327
copyright©Tribun Style

Berikut Ini Risiko Jika Kamu Registrasi Kartu SIM Ketika Deadline!

Eratekno.com – Pada tanggal 28 Februari nanti akan menjadi tanda deadline alias batas waktu registrasi ulang nomor seluler untuk pelanggan kartu SIM prabayar.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menghimbay para pelanggan yang belum mendaftarkan agar tak menunda hingga menjelang deadline. Sebab ada risiko yang mengintai.

“Karena pada saat itu (batas akhir 28 Februari 2018) akan terjadi traffic tinggi luar biasa yang dapat menyebabkan gagal registrasi,” sebut Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Ahmad M. Ramli.

Baca juga: Microsoft Hadirkan Windows Analytics, Fitur Untuk Mendeteksi Malware

Traffic tinggi dalam hal ini mengacu pada para pelanggan kartu SIM prabayar yang menunda registrasi lalu berbondong-bondong melakukan pendaftaran dalam waktu sama atau berdekatan sebelum lewat deadline. Beban jaringan yang meningkat berisiko erroe yang berujung registrasi gagal.

Registrai ulang nomor ponsel prabayar bisa di lakukan dengan mudah. Cukup bermodal Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga, keduanya bisa di temukan di lembaran Kartu Keluarga.

Di lansir dari Kompastekno tentang keterangan tertulis Kominfo pada Sabtu (17/2/2018), Ramli kembali mengingatkan agar masyarakat menggunakan NIK dan KK asli kepunyaan sendiri untuk mendaftar bukan milik orang lain karena hal itu melanggar hukum.

copyright©Tribun Style

Sementera itu tujuan registrasi ulang ini adalah un tuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan seluler. Pendaftaran identitas pemilik nomor prabayar di harapkan bisa menekan tindak kejahatan seperti penipuan, di sampung mempermudah pelacakan ponsel yang hilang.

Baca juga: Diam-Diam BlackBerry Patenkan Desain Kamera Baru, Seperti Apa?

Hingga Sabtu (17/2/2018) Pagi, Kemenkominfo mencatat jumlah pelanggan kartu prabyar sudah mencapai kisaran 226 juta, meningkat dari 200 juta yang tercatat pada awal Februari.

“Tepatnya sejumlah 226.444.899 kartu nomor pelanggan pada hari tadi. Angka ini menunjukkan jumlah nyata pelanggan aktif saat ini yang telah teregistrasi dan tervalidasi melalui sistem database kependudukan Ditjen Dukcapil,” ujar Ramli.

Sedangkan total kartu SIM prabayar yang beredar di Indonesia saat ini di perkirakan mencapai 360 juta. Kendati demikian, tak di ketahui secara pastu berapa jumlah yang di gunakan secara aktif.

Jika pelanggan tak juga mendaftarkan kartu SIM prabayarnya hingga tenggat yang ditetapkan, ada sanksi bertahap yang bakal diberikan. Mula-mula, fungsi kartu SIM dipangkas satu per satu, lantas pada poin tertentu bisa diblokir total.

     Baca juga Dongkrak Penjualan, Essential Phone Punya Tiga Pilihan Warna Baru