Jangan Lakukan! Ini Bahaya Ngecharge Smartphone Android di Bandara !

0
208
[email protected]

Ternyata Ini Lho Bahaya Ngecharg Smartphone Android di Bandara !

Eratekno.comSiapa disini yang sering nge-charge di tempat umum? Entah itu di stasiun, bandara atau tempat umum lainnya? Jika iya hal ini ternyata berbahaya lho.

Slot charging USB di tempat umum memang membantu jika smartphone Android kita kehabisan daya. Tapi apakah kamu tahu bahwa mengisi daya baterai di tempat umum berbahaya? Ya menurut salah satu ahli keamanan siber Amerika Serikat, mengisi daya di colokan USB tempat umum beresiko di modifikasi penjahat siber untuk menginstal malware.

Wakil Presiden X-Force Threat Intelligence IBM Security, Caleb Barlow mengatakan malware tersebut bakal mencuri data di dalam smartphone Android yang berpotensi di salahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga : Nggak Pakai Ribet! Berikut Ini Cara Mematikan Google Assistant di Smartphone Android!

“Memasukkan smartphone ke port USB publik seperti di bandara ibaratkan menemukan sikat gigi di jalan dan memasukannya ke mulut Anda,” ujar Barlow pada Forbes,di lansir dari Liputan6 pada Selasa, 28 Mei 2019.

Laporan IBN X-Force menyebutkan penjahat siber memiliki teknik yang rapi untuk meretas perangkat dan bagaimana menargetkan perangkat tersebut. Pada laporan itu juga menyatakan industri transportasi dan jasa keuangan jadi sektor yang paling banyak di serang oleh para peretas di tahun 2018 lalu.

Copyright©abc.es

Sehubungan dengan hal itu Barlow menyarankan untuk para pemilik smartphone Android untuk membawa powerbank portable sebagai alternative. Ketika powerbank habis, pemilik smartphone bisa mengisinya lewat slot tersebut.

Baca juga : Sebelum Fatal, Berikut Ini Cara Mengatasi Smartphone Android yang Kecemplung Air !

Sebagai informasi Malware merupakan salah satu ancaman siber berbahaya yang bisa menjangkit gadget. Kendati demikian Jepang justru membuat senjata dengan bentuk malware. Bukan untuk bunuh diri, malware ini dibuat hanya akan berfungsi mempertahankan diri dari ancaman kejahatan siber. Kementerian Pertahanan Jepang telah mengaturnya sedemikian rupa.

Perisai berbentuk malware ini memang berisi virus dan backdoor dan di gadang menjadi senjata siber pertama milik negera yang terkenal dengan bunga sakuranya itu. Hal ini sejatinya sudah di lakukan oleh militer Jepang sebagai bentuk pembenahan diri karena militer Tiongkok sudah jauh lebih canggih.

Sebenarnya bukan hanya Jepang, ada beberapa yang di klaim sudah mengembangkan senjata siber, antara lain adalah Amerika, Inggris, Jerman dan lainnya.

Baca juga : Wajib Tahu ! Ini Dia Beberapa Tips Agar Tak Jadi Korban Hoax di WhatsApp !