Jejeran Media Sosial Yang Hidup Segan Mati Pun Tak !

0
325
Google plus
[email protected]

Beberapa Media Sosial Yang Hidup Segan Mati Pun Tak Mau !

Eratekno.com – Industri media sosial dibilang cukup fluktuatif, yang kadang adanya pemain baru yang dengan cepat mencuri perhatian netizen namun cepat juga dilupakan.

Sebut saja Path, dulu sempat digandrungi di Indonesia namun sekarang mulai ditinggalkan. ada juga MySpace yang dulu juga menjadi sarang bagi para netizen untuk memodifikasi profil sesuai karakter mereka.

Baca Juga : WhatsApp Akui Sempat Down 2 Jam, di Malam Tahun Baru !

Beberapa jejeran media sosial yang trennya naik turun, ada yang memilih tutup namun ada juga yang tetap lanjut. Sehingga kesan seperti hidup segan mati pun tak mau.

Berikut deretan media sosial yang naik turun tersebut.

Google Plus

Saat dirilis pada 2011 lalu, banyak yang memperkirakan bahwa Google Plus bakal jadi lawan yang berat bagi Facebook. Awal rilis sempat booming, yang mendaftar Google Plus mencapai miliaran akun.

Google plus
[email protected]

Meski demikian, laporan dari Stone Temple Consulting pada 2014 yang menunjukkan pengguna yakng aktif hanya sekitar 100 juta. Dari jumlah tersebut, yang aktif mengunggah konten hanya 3,5 juta pengguna.

Path

Sekitar tahun 2012 sampai 2014, Path yang merupakan salah satu media yang paling populer di kalangan global. Smapai saat ini sebenarnya masih banyak juga pengguna yang memakai Path termasuk di Indonesia, walaupun tidak seaktif dulu.

[email protected]

Sementara keunggulan dari Path terletak pada keterbatasan teman yang mampu menampung 50 orang. Lalu batas tersebut yang diperlebar menjadi 150 hingga akhirnya tak ada batas sama sekali.

Baca Juga : Kominfo Hidupkan Mesin Pengais Konten Negatif Hari Ini

Beberapa kasus terkait masalah privasi pengguna yang membuat popularitas Path turun. Salah satunya bahwa Path diam-diam dapat mengakses serta menyimpan kontak telepon pengguna tanpa permisi.

Setelah Path meminta maaf, dikarenakan ketahuan menyimpan data privasi dari para pengguna di bawah umur pada 2013 lalu. FTC pun mendenda Path sebesar 800.000 dollar AS (Rp 10 miliar).

Gab

Gab pada dasarnya serupa dengan Twitter, namun bedanya gab memperbolehkan pengguna untuk melontarkan pesan-pesan kebencian tanpa khawatir akun mereka kena suspended.

Tak heran jika media sosial yang dirilis pada 2016 tersebut dijuluki Twitter untuk para orang rasis. iOS dan Android yang menolak tentang keberadaan Gab pada toko aplikasi mereka.

Baca Juga : Segera Hadir, , Beranda Instagram Akan Menampilkan Postingan yang Direkomendasikan