Kekurangan Galaxy S9 Indonesia, Dinilai Lebih Boros Baterai dan Lemot ?

0
925
samsung galaxy S9
copyright©ccnIndonesia

Ternyata, Galaxy S9 Indonesia Lebih Boros Baterai dan Lemot ! Ini Buktinya

Eratekno.com – Apabila anda sudah tak sabar untuk ingin memiliki smartphone anyar Samsung, yaitu Galaxy S9 versi Indonesia. Rupanya anda harus berpikir ulang. Sebab sebuah fakta anyat yang mengungkapkan muncul sebuah kekurangan besar yang hadir di dalam perangkat tersebut. dalam sebuah uji test ketahanan baterai yang dilakukan oleh Phone Arena.

Baca Juga : Kurang Puas dengan Hasil Jepretan, Begini Cara Mudah Maksimalkan Kamera Canggih Samsung Galaxy S9

Dimana perangkat anyar Galaxy S9 yang disenjatai dengan prosesor Exynos 9810 yang memiliki daya tahan baterai yang mengeceweakan. Dimana baterai berkapasitas sebesar 3000 mAh, yang digunakan oleh perangkat tersebut yang mampu bertahan selama 7 jam 23 menit saja.

samsung Galaxy S9
copyright©PhoneArena

Adapun melihat hasil daya tahan baterai Galaxy S8 yang mempunyai ukuran baterai sama, namun perangkat tersebut memiliki daya tahan lebih lama, yakni mampu bertahan sampai degan 8 jam 22 menit. Tentu saja, hal tersebut adanya perbedaan dalam ketahanan daya baterai sampai 1 jam lamanya, antara Galaxy S9 dan Galaxy S8, yang diperkirakan terpaut 12 persen lebih rendah.

Bukan itu saja, AnandTech yang juga memberikan laporakn mengenai hal tersebut, dengan tes serupa. Melainkan menggunakan cara yang cukup berbeda. Namun hasil yang didapat cukup berbeda jauh, yakni adanya perbedaan daya sampai dengan 30 persen antara Galaxy S9 dan Galaxy S8.

Baca Juga : Baru Sebulan Meluncur, Samsung Galaxy S9 Sudah Alami Bug Serius?

Lalu kenapa hal tersebut dapat terjadi ? dikutip melalui laman Phone Arena (28/3/2018), dimana AnandTech yang mengungkapkan hal tersebut dikarenakan oleh arsitektur chip Exynos tersebut. dia menambahkan jika adanya sebuah lonjakan daya yang terjadi didalam inti prosesor Exynos M3.

Samsung yang dinilai mengusung formware yang bertujuan mencekik inti dari M3 untuk berjalan di kecepatan 1,469 MHz saja. Bukan hanya itu, firmware tersebut yang juga dapat mengurangi kontrol memori yang menjadi kurang dari setengahnya.

Hal tersebut yang mengakibatkan kinerja prosesor Exynoss menjadi hanya secepat Exynoss 8859 milik Galaxy S8. Oleh sebab itulah yang menjadi masalah yang diduga menjadi naiknya pasokan daya yang masuk ke dalam inti M3.

Baca Juga : Benarkah Galaxy S10 Bakal Dibekali Fitur Andalan ala iPhone X?