Kenapa Prancis Selidiki Google dan Facebook ? Ternyata Ini

0
288
[email protected]

Prancis Selidiki Google dan Facebook ! Ada Apa ?

Eratekno.com – Adanya otoritas persaingan usaha di Prancis sehingga kembali membuka penyelidikan terhadap Facebook dan juga Google dalam beberapa bulan ke depan, setelah sebelumnya melakukan penyelidikan mendalam. Dalam pemeriksaan tersebut dimana otoritas yang menyimpulkan jika keduanya mendominasi pasar iklan online di Prancis.

Baca Juga : Waduh,, Blackberry Tuntut Facebook, WhatsApp dan Instagram, Kenapa?

Sementara otoritas tersebut yang menjelaskan pada Selasa (6/3/2018), ketika itu mereka sedang mempertimbangkan adanya sebuah penyelidikan disebabkan meningkatnya pengawasan dari otoritas

[email protected]

Eropa mengenai perusahaan raksasa internet itu. Dimana banyaknya pengumpulan data dari perusahaan tersebut yang telah membuat mereka mendominasi pasar iklan dengan cepat.

Yang jelas adalah posisi Google dan Facebook yang sangat dominan (saat ini),” kata Presiden Otoritas Persaingan Usaha Prancis, Isabelle de Silva. Terkait laporan otoritas tersebut sehingga mampu menyoroti Google dan Facebook, yang diduga sebagai penayang dan perantara teknis bagi pengiklan. Hal tersebut dapat memberi mereka keunggulan secara kompetitif.

Facebook hanya satu pilihan di antara banyak lainnya bagi pengiklan untuk menjangkau khalayak,” kata Direktur Kebijakan Facebook untuk Eropa, Delphine Reyre dalam sebuah pernyataan. Jika dilihat dari laporan agensi periklanan Zenith, facebook dan Google yang telah menyumbang sekitar 76 persen dari pengeluaran iklan internet di luar Chna pada 2016.

Situasi saat itu persis di Prancis dimana internet merupakan kendaraan nomor satu bagi pengiklan di atas televisi. Yang memiliki sepertiga total belanja iklan di 2017, naik 3,4 persen dari 2016.

Baca Juga : Jadi Medsos Pesaing Facebook dan Instagram, Ini Dia Aplikasi Vero yang Lagi Hits

Kami telah melihat banyak pelaku industri mengeluhkan perilaku tersebut,” kata de Silva, mengacu pada pertemuan yang dilakukan otoritas dengan pemasang iklan, penyedia layanan dan penerbit Prancis.

Dengan ini Otoritas Persaingan Usaha Prancis yang bakal mengenakan denda hingga 10 persen dari total pendapatan tahunan perusahaan. Sementara untuk setiap penyelidikan yang memakan waktu sekitar dua tahun untuk mencapai sebuah kesimpulan serta sanksinya.

Penyiar, media tradisional, dan berbagai platform online lainnya semakin menggunakan data dan teknik penargetan yang canggih untuk menyampaikan iklan yang relevan kepada pengguna, dan tidak ada penghalang yang menghalangi pendatang baru lainnya untuk melakukan hal yang sama,” kata Reyre.

Baca Juga : Di Indonesia, Facebook Bakal Basmi Ujaran Kebencian dan Hoax !