Media Sosial Bisa Memicu ADHD

0
376
[email protected]

Apa Itu ADHD?

Eratekno.com – tidak bisa dipungkiri lagi, kehidupan remaja sampai saat ini sudah lekat dengan yang namanya smartphone. Salah satu layanan yang paling banyak dikunjungi saat menggunkan smartphone ini adalah media sosial.

Baca Juga: Makin Seru, Kini Anda Bisa menambahkan Music ke Story di Instagram Lho ! Cobain yuk

Pada awalnya, akses media sosial ini dianggap hanya sebagai bagian dari ekspresi diri atau untuk mendapatkan informasi. Namun sampai saat ini, media sosial seakan sudah menjadi gaya hidup yang tidak bisa dilepaskan oleh semua kalangan, baik yang sudah berusia lanjut apalagi yang lebih muda.

Namun tidak disangka, di balik penggunan media sosial tersebut, tersimpan bahaya yang tidak disadari secara dini.

Menurut penelitian terbaru dari Jornal of the America Medical Association (JAMA), akses media sosial yang berlebihan oleh remaja berdampak pada potensi Attention Deficit/Hyperactivy disorder (ADHD).

Baca Juga: Wajib Baca ! Ini Tips Agar Akun Facebook Anda Tetap Aman ! Simak ya Guys

[email protected]

Untuk informasi, ADHD merupakan sindrom dalam jangka panjang, dimana ADHD ini diikuti dengan gejala khas layaknya prilaku implusif kurang perhatian dan hiperaktif.

Dilansir Fox News, Minggu (22/7/2018), studi menemukan kebiasaan mengecek media sosial, mulai dari sekadar melihat-lihat, mengomentari unggahan orang lain, termasuk aktivitas digital lain, ternyata meningkatkan kemungkinan mengalami ADHD dalam dua tahun.

Menurut studi, remaja yang mengakses media sosial dalam frekuensi tinggi, ternyata memenuhi kirteria penderita ADHD, dibandingkan dengan remaja yang tidak terlalu sering mengakses media sosial. Indikasinya adalah konsentrasi yang berkurang dan prilaku implusif.

Associate Editor di NEJM Journal Watch Jenny Radesky menuturkan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah frekuensi penggunaan media sosial di usia 15 dan 16 tahun tanpa tanda-tanda ADHD dapat kemudian berubah menjadi ADHD.

Para peneliti melakukan survei pada lebih dari 2.500 siswa dengan usia antara 15 hingga 16 tahun dari 10 SMA Los Angeles antara tahun 2014 dan 2016.

Hasilnya, siswa yang dilaporkan mengalami enam atau lebih gejala hiperaktif-impulsif memiliki gejala positif ADHD.

Baca Juga: Jadi Mudah, Kini Rekam Pesan Suara di WhatsApp Tak perlu Tahan Tombol Lagi !