Meski Terjerat Skandal, Facebook Tetap Jadi Incaran Iklan Politik !

0
222
[email protected]

Terkait Penyalahgunaan Data pengguna, Facebook Tetap Usung Iklan Politik !

Eratekno.comFacebook yang diperkirakan tak akan merasakan dampak yang begitu besar, terkait adanya skandal penyalahgunaan puluhan juta data pengguna dengan iklan politik. Dimana raksasa media sosial ini, yang kini masih sebagai primadona digital untuk para politisi dan juga partai politik untuk menggaet dukungan.

Baca Juga : Disebut Hanya Cari Keuntungan, Rahasia ‘Gelap’ Facebook Terungkap Setelah Memo Internal Bocor

Salah satunya tanggapan dari konsultan politik, Mark Jablonowski yang memprediksi Facebook yang tak akan merasakan kekurangan iklan politik selama musim kampanye tersebut digelar. Menurutnya, bocornya data besar-besar yang dituding sebagai intervensi Rusia dalam pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) pada 2016, yang tak akan mempengaruhi adanya iklan politik yang bakal tayang di layanan tersebut.

[email protected]

Untuk saat ini, orang-orang masih berada di Facebook dan para pengiklan politik ingin beriklan di tempat konstituen (anggota atau pendukung) mereka berada,” kata Jablonowski, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (2/4/2018). Dimana Jablonowski sebagai Chief Technology Officer dari sebuah perusahaan iklan digital yang bernama DSPolitical. Adapun perusahaan tersebut yang merupakan mitra dari Partai Demokrat AS.

Baca Juga : Berikut Data Pengguna yang Disimpan Google dan Facebook ? Apa Saja  !

Seperti yang dilansir oleh Bloomberg, Facebook yang mendapati pertumbuhan dalam segi belanja kampanye. Sebab hal tersebut memiliki data yang mendalam yang dapat difungsikan untuk membidik pemilih potensial dari segi online. Dalam sebuah kampanye di Facebook dan media yang mengakibatkan pengeluaran meningkat sekitar US$ 600 di tahun ini, yang naik dari US$ 250 juta pada tahun 2014 silam.

Ketika masa kampanye tiba, umumnya Facebook yang bakal diramaikan dengan bermacam iklan online, termasuk di AS dan juga Indonesia. Sehingga peran dari Facebook pada gelaran Pilpres AS dalam beberapa tahun lalu, yang berada dalam pengawasan ketat, sebab munculnya laporan tentang penyalahgunaan data pelanggan oleh perusahaan konsultan politik, yang mempunyai hubungan dengan Donald Trump.

Menjadi sorotan terkait skandal penyalahgunaan data, Facebook akirnya mengakui adanya masalah tersebut dan menyampaikan permintaan maaf. CEO Facebook, Mark Zuckerberg yang menyampaikan permintaan maafnya kepada publik.

Baca Juga : Cambridge Analytica Masih Kantongi Data Pengguna Facebook ! Kok Bisa ?