Segera Update, Fitur Video Call Beramai-ramai WhatsApp mulai Disebar ! Selengkapnya

0
408
[email protected]

Fitur baru WhatsApp, Video Call Beramai-ramai Segera beredar ! Selengkapnya

Eratekno.com – Fitur terbaru yakni “Group Video Calling” di WhatsApp yang dikabarkan sudah beredar ke sejumlah pengguna. Namun berdasarkan akun Twitter WABeta Info yang sering membocorkan mengenai fitur-fitur terbaru dari WhatsApp, dimana sejumlah pengguna di perangkat Android dan iOS yang sudah kebagian untuk menjajal fitur ini.

Baca Juga : Wajib Baca, 5 bahaya yang Disebar Hacker Melalui WhatsApp ! Selengkapnya

Namun sayangnya, tak semua pengguna mendapat undangan untuk update, dikarenakan fitur ini baru hadir dalam vesi beta atua masih dalam tahap uji coba. Diungkapkan, sejumlah pengguna iOS yang beruntung juga dapat mencoba melakukan fitur Group Video Cal ini usai melakukan update ke versi 2.18.52.

copyright©metronews

Sedangkan untuk platform Android, bakal tersedia di versi beta 2.18.145 serta versi pembaruan setelahnya. Berdasarkan tangkapan layar yang disematkan, fitur tersebut yang dapat digunakan saat melakukan video call dua arah. Untuk mengundang kontak lain yang bergabung ke dalam video call, yakni dengan cara ketuk ikon kecil di pojok kanan atas yang bergambar profil dengan bubuhan simbol “+”.

Baca Juga : Pendiri WhatsApp Mengundurkan Diri, Bos Facebook Berikan Salam Perpisahan !

CEO Facebook yang sebagai induk dari perusahaan WhatsApp, Mark Zuckerberg yang mengklaim jika Group Video Calling tersebut yang bakal dapat menampung setidaknya empat orang (atau lebih) dalam satu obrolan. Seperti yang dikutip melalui KompasTekno dari Gadgets Now, Rabu (23/2/2018), namun masih belum dapat diketahi kapan WhatsApp bakal menyebarkan fitur tersebut secara merata ke semua penggunanya.

Selain Group Video Calling, fitur Group Call juga dikatakan masih tersedia dalam format beta. WhatsApp yang telah menyiapkan label “forwarded” untuk pesan yang diteruskan. Di sisi lain, Facebook yag sering menjadi sorotan karena adanya penyebaran berita palsu atau hoax. Dimana berita palsu tersbeut yang berisi kontek politik, yang tak hanya menyesatkan pandangan publik, namun juga dapat memicu kebencian dan kekerasan pada suatu golongan.

Jika sepintas diperhatikan, berita palsu yang banyak beredarbermotif politik untuk mendiskreditkan tokoh atau partai politik tertentu. Namun, CEO facebook Mark Zuckerberg yang menyatakan kasus yang semacam ini belum dapat dikatakan sepenuhya bermotif politik.

Baca Juga : Ssttt… Pengen Memata-matai Teman atau Pacar di WhatsApp, Lewat Aplikasi Ini Saja!