Seruan ‘Hapus WhatsApp’ Menyeruak, Apa Alasannya?

538
Copyright©the Mirror

Bos Telegram Anggap WhatsApp Tidak Aman

Eratekno.comWhatsApp Merupakan aplikasi pesan instant yang paling populer diseluruh dunia saat ini, dimana jumlah pengguna aktifnya sudah lebih dari 1.6 Miliar di seluruh dunia, dan hal ini membuat mereka tidak terkalahkan dari para pesaingnya.

Namun belakang ini, terdapat seruan untuk menghapus WhatsApp dari ponsel. Ia adalah Pavel Durov, Pendiri Telegram yang memberikan ajakan tersebut. Ajakan untuk menghapus WhatsApp ini bukan didasari tanpa ada alasan.

Baca juga: Tak Mau Akunmu Diretas? Saran Dari Whatsapp ini Perlu Kamu Lakukan!

Dalam sebuah wawancara, Durov mengatakan jika WhatsApp tidak hanya saja gagal untuk melindungi pesan yang dikirim oleh pengguna, akan tetapi juga seringkali dipakai sebagai ‘trojan’ atau pendompleng software jahat untuk mengintai berbagai konten diluar WhatsApp milik pengguna.

Copyright©Oketekno

Konten yang dimaksud ini adalah berbagai koleksi file dari pemilik smartphone, seperti Foto, video, musik, maupun sejumlah file lain yang ada didalam ponsel pengguna tanpa disadari.

Baca juga: Update WhatsApp Bikin Baterai Smartphone Boros? Begini Cara Mengatasinya !

“Hapus saja WhatsApp dari ponsel, kecuali Anda tidak keberatan foto-foto dan pesan Anda dipublikasikan suatu saat nanti,” kata Durov melalui akun Telegram miliknya.

Perlu diketahui, menurut kabar yang dilaporkan oleh Forbes, jumlah pengguna aktif bulanan dari Telegram ini hanya 200 juta. Jelas ini angka ini masih jauh dari pengguna aktif bulanan WhatsApp yang mencapai 1,6 miliar.

Mungkin karena jumlah pengguna yang masih sedikit dibandingkan WhatsApp, maka Telegram ini jarang sekali dijadikan objek peretasan oleh para hacker yang cukup sering terjadi pada aplikasi milik perusahaan Facebook tersebut.

Sebelumnya, Durov memang seringkali mengumbar sejumlah kelemahan yang dimiliki oleh WhatsApp, maupun adanya celah keamanan yang baru saja terungkap, hal ini sebagai salah satu upaya dirinya mempromosikan aplikasi Telegram miliknya.

Meskipun cukup rentan menjadi langganan aksi pembobolan, namun pihak WhatsApp sendiri langsung sigap mengatasi masalah tersebut sehingga tidak menyebar luas kepengguna lainnya nanti.

Baca juga: 2 Fitur Kece Ini Bakal Sapa Pengguna WhatsApp Versi Desktop, Mana Yang Kamu Tunggu?