Setelah Dilarang, Kini Donald Trump Minta ZTE Kembali lagi ke AS !

0
270
ZTE
[email protected]

Usai Dilarang di pasar AS, Kini Donald Trump Minta ZTE Kembali lagi !

Eratekno.com – Usai bentrok antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan ZTE yang berakhir dengan keputusan ZTE yang menghentikan bisninsnya. Tetapi, sehari setelah ZTE mengumumkan pernyataan tersebut, kini Presiden AS Donald Trump yang justru ingin ZTE kembali berbisnis di negaranya. Dimana pernyataan tersebut yang disampaikan Trump melalui sebuah kicauan di Twitter.

Baca Juga : Usai Tampil di MWC 2018, ZTE Blade V9 Kembali Muncul di TENAA ! Tanda…

Oleh sebab itu, saat ini Trump tengah berembug dengan Presiden China Xi Jinping untuk mencari solusi supaya perusahaan ponsel dan telekomunikasi yang berasal dari China dapat kembali berbisnis di AS. “Presiden China Xi, dan aku, tengah bekerjasama untuk memberikan jalan bagi perusahaan masif ZTE kembali berbisnis, secepatnya. Terlalu banyak pekerjaan yang hilang di China. Departemen Perdagangan telah diberikan instruksi untuk menyelesaikan,” cuit Trump.

[email protected]

Cuitan Trump tersebut yang dinilai telalu membingungkan dan plin-plan. Sebab, sebelumnya pemerintah AS yang sering menyerang ZTE yakni dengan sejumlah pelarangan dan penolakan. Pelarangan terhadap ZTE tersebut yang memiliki dampat sangat besar, sebab mereka dilarang membeli komponen yang berasal dari perusahaan asal AS, dalam hal ini ialah Qualcomm.

Baca Juga : ZTE A606, Smartphone Entry Level Baru dengan RAM 2GB Plus Android Oreo

Padahal, ponsel besutan ZTE kebanyakan menggunakan chipset dari Qualcomm. Diperkirakan ZTE yang bakal kehilangan lisensi Android-nya dari Google. Walaupun mereka membeli prosesor yang berasal dari perusahaan lain, misalnya MediaTek atau Samsung, pasalnya nanti mereka tetap tidak dapat menggunakan OS Android di ponsel buatannya.

Adapun ZTE yang sebagai salah satu pabrikan terbesar yang berasal dari China. Dimana perusahaan tersebut, seperti yang dilansir oleh detikINET dari The Verge, Senin (14/5/2018), yang memiliki karyawan lebih dari 80.000. sehingga, dalam kicauan Trump yang menyertakan jika banyak yang berpotensi untuk kehilangan pekerjaan akibat adanya imbas larangan tersebut.

Sedangkan, pengapalan smartphone di China yang kembali mengalami penurunan. Berdasarkan laporan terkini, pengapalan smartphone di negeri Tirai Bambu tersebut yang merosot 34% dari kuartal sebelumnya. Sementara untuk penurunan pengapalan smartphone secara global, yaiotu sekitar 2,9% di kuartal pertama, dimana China merupakan negara yang paling tinggi.

Baca Juga : ZTE Nubia Bakal Gunakan Android Murni Tanpa Embel-embel UI, Kenapa?