Tak Ingin Kebobolan, Google Bikin Aturan Baru untuk Android !

0
326
Google plus
[email protected]

Agar Mudah Dikontrol, Google Perketat aturan Android !

Eratekno.com – Salah satu fitur andalan Android ketimbang iOS yakni dimana produsen smartphone yang dapat dengan murah untuk mengambil OS tersebut untuk digunakan di dalam ponselnya. Tetapi kini Google yang telah perketat aturan untuk menggunakan OS besutannya itu.

Baca Juga : Tidak Lagi Khawatir Kesasar, Google Maps Rilis Mode Berkendara Roda Dua di Indonesia

Saat ini, para pabrikan smartphone diwajibkan untuk memiliki sertifikasi bila ingin menggunakan aplikasi-aplikasi dasar (GApps) di sistem operasi Android. Apabila perusahaan tersebut tak memenuhi aturan ini, maka ponsel besutannya bakal tak dapat menjalankan GApps tersebut.

[email protected]

Aturan ini sebetulnya telah ada sejak lama, tetapi saking banyaknya pabrikan smarthone yang mengabaikan aturan ini, sebab mereka dapat dengan mudah menyuntikkan GApps ke dalam smartphone buatannya itu. Bahkan mereka kadang meminta pembeli smartphone untuk menginstalnya sendiri. Tetapi hal tersebut sudah tidak dapat dilakukan lagi.

Sebab, hal tersebut dapat berdampak pada produsen ponsel, sehingga aturan tersebut juga berimbas pada pengguna yang gemar untuk mengoprek ponsel dengan menggunakan custom ROM. Sebab, Google secara diam-diam sudah melakukan pemblokiran akses ke Gapps untuk smartphone dengan menggunakan custom ROM dimana firmware-nya yang dibuat setelah periode 16 Maret.

Baca Juga : Update baru, Google Maps Bisa Hindari Jalur Ganjil-Genap Lho ! Simak

Dimana dalam perangkat tersebut yang bakal muncul sebuah peringatan yangmenyatakan jika perangkat tersebut tidak memiliki sertifikasi, sehingga pengguna tidak dapat melakukan login ke akun Google-nya. Menariknya, Google yang masih memberikan keringanan untuk mereka, demikian seperti yang dikutip detikINET melalu Engadget, Rabu (28/3/2018).

Untuk dapat kembali menggunakan layanan aplikasi Google tersebut, pengguna dapat melakukan cara mendaftarkan ID perangkat ke dalam whitelist setiap pengguna diwajibkan melakukan factory reset. Tetapi whitelist yang memiliki jumlah yang terbatas, yang hanya memiliki 100 ID, hal tersebut merupakan masalah bagi pengguna yang gemar sekali melakukan factory reset untuk melakukan penginstalam firmware baru.

Baca Juga : Direkomendasikan Google, Ini Daftar Smartphone Android yang Cocok Buat Bisnis