Ternyata Faktor X, Penyebab Ponsel Xiaomi Laku Keras di Indonesia !

0
687
[email protected]

Kenapa Ponsel Xiaomi Laku Keras di Indonesia ? Ini Penyebabnya

Eratekno.comXiaomi yang belum lama ini telah meluncurkan duo Redmi 5 di Indonesia. Menurut Country Manager Xiaomi Indonesia yakni Steven Shi, hal tersebut merupakan pasar besar bagi Xiaomi. “Banyak fans setia kami di sini,” ungkap dia di sela-sela acara peluncuran Redmi 5, Rabu pekan lalu.

Baca Juga : Benar Adanya, Xiaomi Mi Mix 2S Usung Chipset Snapdragon 845 dan Layar 18:9 !

Xiaomi yang gencar menggenjot pasar Indonesia dengan membesut banyak varian smartphone. Hanya kurang dari 10 tahun merek dagang asal Cina tersebut sukses menembus lima besar pabrikan smartphone di Indonesia. Hal tersebut terbukti pada kuartal ketiga 2017, yakni menurut lembaga riset IDC, Xiaomi yang telah menduduki urutan keempat pangsa pasar smartphone dengan menoreh penjualan 6,2 persen.

Xiaomi Redmi 1S
copyright©Gpatex

Tahun 2018 kami targetkan lebih dari itu,” kata Shi. “Kami ingin jadi yang pertama.” Penetrasi Xiaomi di pasar Indonesia yang tak diragukan lagi. Tetapi sebenarnya ada yang menjadi faktor X sehingga pabrikan besutan Lei Jun tersebut mampu menarik hati masyarakat Indonesia. Berikut kutipan dari Tempo.co.

1. Kualitas Bintang Lima Harga Kaki Lima

Memang tidak diragukan lagi jika harga smartphone Xiaomi yang tergolong jauh dipasar Tanah Air. Walaupun dibanderol dengan harga murah, namun tidak memberikan spesifikasi murahan. Redmi 5 Plus yang mengusung Snapdragon 625 namun dijual dengan harga dibawah Rp 3 juta. Sedangkan untuk pabrikan lain misalnya Blackberry KeyOne yang harganya mencapai Rp 9 juta.

Baca Juga : Meizu M6s, Bakal Saingi Vivo dan Xiaomi di Banderol Rp 2 Jutaan !

2. Tidak Memakai Brand Ambassador

Xiaomi yang tidak menggunakan langkah tersebut yang dapat menekan harga. Tak seperti vendor Oppo yang menghadirkan sejumlah selebritis hingga musisi ternama, begitu juga untuk Samsung dan Vivo.

3. Fokus Marketing Daring

Sebab tak menggunakan brand Ambassador, Xiaomi yang dapat fokus pada penjualan online mereka. “Kami gunakan promosi marketing di berbagai lini online,” ucap Shi. Tak hanya itu, setiap produk anyar yang diluncurkan tersebut biasanya dijual dengan sistem flash sale yang bekerjasama dengan market place.

4. Target Semua Kalangan

Cara tersebut dilakukan dengan meluncurkan dua seri, seperti Redmi yang mengarah segmen pasar mid-end dan entry level dan Mi Series untuk mid-end hingga high-end.

Baca Juga : Sedang Naik Daun, Xiaomi Mulai Berani Sindir Samsung, Oppo, Vivo ?