Ternyata Nonton YouTube ada Manfaat Baik Didalamnya Lho, Gak Percaya?

0
317
Copyright©The Jakarta Post

YouTube Lebih Merekemondasikan Konten Positif

Eratekno.com YouTube menjadi sebuah media streaming yang banyak sekali digunakan oleh seseorang untuk mencari hiburan. Hal ini dikarenakan dalam aplikasi YouTube memiliki berbagai konten video yang sangat menarik untuk dinikmati.

Namun sayangnya, YouTube sering kali mendapatkan penilaian negative oleh sejumlah orang, pasalnya mereka dianggap lalai dan sering kali melepaskan berbagai konten yang ‘terlalu bebas’. Hal ini dikarenakan pengunjung YouTube tidak hanya orang dewasa saja, namun anak-anak kecil sekarang juga bisa mengaksesnya dengan mudah.

Baca juga: Cara Menghilangkan iklan di YouTube Pada Hp Android!

Meskipun begitu, ada beberapa manfaat positif dari YouTube yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang lho. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh 2 orang terhadap jutaan rekomendasi video dalam platform tersebut selama setahun.

Copyright©The Jakarta Post

Sampai akhir tahun 2019 ini, telah ditemukan jika algoritma yang digunakan oleh YouTube cenderung lebih menguntungkan media maupun konten berita kabel diatas video Youtuber independen. Itu artinya, jika algoritma yang digunakan pada YouTube lebih suka pada konten yang condong kekiri da netral secara politik.

Baca juga: Xiaomi Mi Note 10 Pro Dipastikan Masuk Indonesia Pekan ini!

Mark Ledwich yang merupakan seorang ilmuwan data independen bersama dengan Anna Zaitsev seorang peneliti pasca doktoral UC Barkley menyebutkan, meski ada konte radikal didalam YouTube, namun algoritma dari platform tersebut tidak merekomendasikan pengguna lain untuk mengunjungi kesana.

“Jelas ada banyak konten di YouTube yang bisa dilihat orang sebagai radikalisasi. Namun, tanggung jawab konten itu adalah dengan pembuat konten dan konsumen sendiri. Mengalihkan tanggung jawab untuk radikalisasi dari pengguna dan pembuat konten ke YouTube tidak didukung oleh data kami,” Ujar mereka berdua, dikutip dari laman Oketekno.

 Penelitia ini dilakukan setelah sebelumnya laman New York Times diawal tahun 2019 lalu membahas soal radikalisasi didalam YouTube. Dan saat itulah, Google selaku pemilik platform tersebut langsung melakukan perubahan terhadap algoritma rekomendasi videonya.

Baca juga: Biar Nggak Malu! Lakukan Trik  Ini Sebelum Nonton Konten “HOT” di Youtube,