TikTok Resmi Di Blokir, Apa Penyebabnya?

0
235
Copyright©NewsX

TikTok Diblokir Karena Melanggar Sejumlah Aturan di India

Eratekno.com – Beberapa waktu lalu, aplikasi sosial meida berbasis video sharing bernama TikTok, sempat menuai kontroversi di sejumlah negara salah satunya di Indonesia. Dimana kabar ini pun sempat menjadi trending topik beberapa waktu lalu.

Dan kini pemerintah India resmi memblokir aplikasi konten video TikTok tersebut. Alasannya memang serupa dengan di Indonesia lalu, dimana aplikasi ini diniliai mengandung konten negatif serta melanggar sejumlah aturan dari negara tersebut.

Baca juga:  Baru Rilis di Indonesia, Harga Nokia 3.1 Plus Dipangkas Tinggal Rp 1 Jutaan!

Dan melalui Kementrian Teknologi dan Informasi, pemerintah India pun meminta pihak Apple dan Google untuk mencabut aplikasi TikTok ini dari toko aplikasi masing-masing, khususnya di negara India.

Copyright©NewsX

Permintaan tersebut digulirkan setelah Pengadilan Tinggi wilayah Madras melakukan inverstigasi dan menemukan banyak sekali konten terlarang yang dimuat oleh aplikasi TikTok selama ini.

Baca juga:  Inilah 3 Aplikasi Untuk Mengatur Jadwal dan Posting Instagram Dengan Otomatis!

Sama seperti Indonesia, di India aplikasi TikTok ini begitu populer dikalangan anak muda. Dan bahkan parahnya, tak sedikit pengguna anak-anak yang ikut memainkan TikTok ini.  Tercatat dalam satu bulan pengguna bisa mencapai 120 juta.

Pemblokiran TikTok ini bermula pada tanggal 3 April 2019 2019 lalu, ketika Pengadilan Tinggi Chennai telah memerintahkan pemblokiran untuk aplikasi tersebut. TikTok pun mengajukan banding, namun permintaan ini ditolak dan kabarnya bakal disidangkan kembali pada tanggal 22 April 2019 mendatang.

“Kami memiliki keyakinan pada sistem peradilan di India dan optimist akan ada hasil baik yang bisa diterima oleh 120 juta pengguna bulanan di India,” Ujar pihak TikTok.

Selain di India dan Indonesia, seperti yang dikabarkan oleh laman TechCrunch jika TikTok ini belakangan juga tersandung kasus juga di Amerika Serikat. Dimana mereka dinilai telah melanggar undang-undang privasi anak dan mendapat dengan USD 57 juta.

Baca juga:  WhatsApp Sering Tumbang, Sejumlah Aplikasi Ini Bisa Jadi Solusinya!